Wednesday, 21 October 2026


Saat Kurban, Dirut Bulog Sebut Serapan Gabah Capai 74 Persen dari Target

29 May 2026, 10:35 WIBEditor : Yulianto

Dirut Perum Bulog saat memotong hewan kurban di gedung Bulog, Jumat (29/5)

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Perum Bulog terus menggenjot serapan gabah untuk mengejar target sebanyak 4 juta ton setara beras. Hingga kini serapan gabah Bulog telah mencapai 74 persen dari target atau sekitar 3 juta ton setara beras.

“ Alhamdulillah serapan gabah kita sudah sampai 74%. Nah, jadi kalau dari total 4 juta ton kami sudah sampai 74% hampir 75%. Berarti kan sudah hampir 3 juta kami,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani usai pemotongan hewan kurban di Gedung Bulog, Jumat (29/5).

Keberhasilan pencapaian penyerapan gabah tersebut diakui, semua berkat dukungan dari seluruh stakeholder. Tak terkecuali peran dari para petani.

“Peran petani yang luar bisa menghasilkan gabah maupun padi serta beras yang cukup baik, sehingga Bulog mampu menyerap semaksimal mungkin di daerah,” katanya.

Namun demikian, Rizal mengakui, tantangan penyerapan gabah tahun ini adalah harga yang cenderung tinggi. Di lapangan harga gabah kering panen telah mencapai Rp 7.000/kg. Padahal pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 6.500/kg.

Kebijakan pemerintah yang menetapkan ketentuan serapan gabah any quality dengan catatan panen sesuai umur tanaman, menurut Rizal, telah memberikan dampak positif pada kualitas gabah yang dibeli Bulog menjadi lebih baik.

Menurutnya, Indonesia saat ini sudah swasembada pangan dan stok juga cukup berlimpah. Bahkan kini sudah mencapai 5,39 juta ton.

“Insya Allah ini juga bisa menjamin stok kita untuk keberlangsungan sampai dengan tahun depan,” katanya.

Keberhasilan swasembada pangan Ini, diakui berkat sinergi seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, kemudian juga PPL dan para petani.

 “Ini semua juga berkat juga teman-teman media yang mendorong pemberitaan-pemberitaan yang baik, narasi-narasi yang positif sehingga swasembada pangan betul-betul nyata dan betul-betul bisa kita rasakan,” tuturnya.

Sebagai antisipasi  tingginya stok beras, Rizal mengatakan, pihaknya telah menyewa gudang filial dengan kapasitas sebanyak 3 juta ton. Contoh pengalaman tahun 2025, pemerintah menargetkan serapan gabah 3 juta ton setara beras.

“Karena petani masih panen, penyerapan lebih dari 3 juta ton. Bahkan hampir 3,2 juta ton,” katanya.

Dengan tingginya stok beras pemerintah saat ini, Rizal mengatakan, Bulog kini tengah bernegosiasi untuk ekspor beras ke Malaysia. Rencananya tim dari Bulog akan bertemu pelaku usaha Malaysia di Serawak.

“Mereka telah menawar harga beras premium sebesar Rp 16.700/kg, tapi permintaan Presiden kalau bisa harganya lebih baik lagi,” tuturnya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018