Wednesday, 21 October 2026


Jadi Tanaman Sela Sengon, Jagung Lumajang Mantep Tenan !

28 Feb 2019, 18:49 WIBEditor : Gesha

Pertanaman jagung di sela Sengon mendapatkan hasil yang memuaskan

TABLOIDSINARTANI, Lumajang --- Memiliki tanah tegalan yang ditanami pohon sengon, petani Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kab. Lumajang semangat bertanam jagung.

"Penanamannya (jagung) tumpang sari di sela tanaman sengon. Di bulan Februari ini ada panen di luasan 2.345 hektar. Tapi spot-spot (tersebar)," tutur Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Imam Suryadi ketika mendampingi Direktur Irigasi Pertanian, Rahmanto melakukan panen jagung, Kamis (28/2).

Luasan panen tersebut hanya di tanah marginal (kering dan tanaman sela). Sedangkan untuk panen raya sendiri terjadi di lahan sawah hamparan pada bulan September-Oktober.

Meskipun menjadi tanaman sela, produktivitas jagung yang dihasilkan pun tinggi yaitu 5,5-6 ton/ha pipilan kering.

"Desa Selok Awar-Awar sendiri ada 41 hektar yang dikelola oleh 6 kelompok tani," beber Imam.

Untuk diketahui, petani Kabupaten Lumajang memang terbiasa menanam sela pohon sengon dengan berbagai tanaman seperti jagung, cabai, ketela pohon bahkan rumput gajah disaat pohon sengon berusia dibawah umur 2 tahun. 

"Karena tutupan daunnya disaat umur 1-2 tahun masih memungkinkan untuk tanaman lain tumbuh baik," tutur Imam.

Direktur Irigasi Pertanian yang juga menjadi Penanggung Jawab Upsus Pajale Kab Lumajang, Rahmanto juga mengapresiasi upaya petani yang menggunakan sela-sela tanaman sengon untuk bertanam jagung.

Di tahun 2018, Lumajang mampu panen jagung seluas total 25. 168 hektar. "Diharapkan tahun ini bisa naik. Targetnya 27.643 hektar di tahun ini," tuturnya.

Karenanya, Rahmanto meminta untuk mengoptimalkan pertanaman jagung di lahan kering di tahun ini. 

"Ya, seperti ini. Bisa membuktikan tumbuh baik. Di Lumajang ini banyak lahan yang ditanami sengon, kurang lebih 57 hektar. Kalau ditanami separuhnya saja sudah bisa terpenuhi targetnya," tukas Rahmanto.

Agar lahan pertanian yang ada tidak menganggur tetapi bisa produktif dan bermanfaat menunjang ketahanan pangan. 

Bagaimana cara mengoptimalkannya? Rahmanto menuturkan dengan memanfaatkan musim penghujan.

"Tanaman jagung tidak perlu banyak air, berapa kali hujan bisa mencukupi. Karenanya selama musim hujan, ayo tanami jagung," pesan Rahmanto.

Hadir dalam acara tersebut, Dandim Lumajang, Letnan Kolonel Infanteri Ahmad Fauzi  menuturkan TNI akan terus mendukung upaya ketahanan dan swasembada pangan di daerahnya.

"Kita terus minta Babinsa untuk mendampingi petani sampai kapanpun," tegas Ahmad.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018