Wednesday, 28 October 2026


Tumbuhkan Penangkar Benih Jagung Hibrida, Lampung jadi Pilot Project Kawasan Benih

01 Aug 2019, 12:28 WIBEditor : Gesha

Pilot project perbenihan jagung hibrida di Lampung bisa menumbuhkan penangkar benih setempat

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lampung Timur ---Kebutuhan benih jagung hibrida harus diimbangi dengan keberadaan penangkar benih di wilayah tersebut. Karenanya, Kementerian Pertanian mengembangkan pilot project Pengembangan Kawasan Perbenihan Berbasis Korporasi Petani di Lampung.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari Permentan No. 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani yang mengamanatkan bahwa percepatan pengembangan kawasan dilakukan melalui kegiatan percontohan.

"Tujuan utamanya adalah untuk membantu petani dalam penyediaan benih jagung bersertifikat wilayah tersebut dan dapat menumbuhkembangkan produsen benih jagung hibrida," beber Takdir.

Sehingga kedepannya, Provinsi Lampung dapat memenuhi kebutuhan benih untuk wilayah Provinsi Lampung dan wilayah Sumatera. Bahkan sesuai dengan Gubernur Lampung yang menginginkan Lampung sebagai lumbung benih.

Mengawali pilot project tersebut, dilakukan penandatanganan MoU kerjasama Pilot Project Pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani Tahun 2019 antara Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Gapoktan Makmur Bersama serta PT. Tunas Widji Inti Nayottama (Twinn) dengan Gapoktan Makmur Bersama untuk komitmen pembelian calon benih jagung hibrida varietas JH 37 sesuai standar mutu dilakukan di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Kegiatan pilot project ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama (untuk tahun I dan II) dititikberatkan pada penguatan kelembagaan petani. Tahap kedua (untuk tahun III dan IV) dititikberatkan pada Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani. Dan Tahap ketiga (tahun ke V) pemantapan kawasan Korporasi Petani.

Pilot project ini juga menjadi pusat percontohan sebagai pioneer yang akan ditularkan keberhasilannya kepada wilayah lain. Pada setiap tahunnya kegiatan tersebut dievaluasi keberhasilannya. Dimana hasil kegiatan tersebut calon benihnya diserap oleh korporasi yang bekerja sama dengan produsen benih jagung hibrida. 

Karenanya, Dukungan pengawalan dan pendampingan semua pihak terkait merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Begitupula peran Pengawas Benih Tanaman (PBT) sangat penting dan strategis dalam mengawal kegiatan ini terutama dalam mengawasi proses sertifikasi menjadi benih. Mulai dari sebelum penanaman, proses pengajuan permohonan pengajuan sertifikasi benih, persetujuan kelayakan lahan dan calon penangkar, pengawasan pertanaman (isolasi jarak/waktu, rouging, detaseling), prosesing benih sampai pelabelan sangat menentukan dalam keberhasilan menjadi benih bermutu bersertifikat.  

Reporter : Retno Setianingsih/TIA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018