Sabtu, 24 Agustus 2019


Balitbangtan Terjunkan Petugas Lapang Kawal Denfarm SERASI

03 Agu 2019, 19:19 WIBEditor : Gesha

Balitbangtan menerjunkan petugas lapang untuk mendampingi petani di demfarm. Mereka dibekali panduan berupa juknis di daerah target SERASI | Sumber Foto:BALITBANGTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarbaru --- Kementerian Pertanian tetap fokus pada pengembangan pertanian di lahan rawa melalui program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani). Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) juga melakukan berbagai langkah strategis antara lain dengan melakukan kegiatan Demfarm (Demonstrasi farming) yang di dalamnya melibatkan Petugas Pendamping Lapangan.

Lahan rawa di Indonesia sangat potensial untuk terus dikembangkan menjadi lahan pertanian. Lahan tersebut tersebar di tiga pulau besar, yaitu di Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya (Papua). Luas lahan rawa Indonesia ± 33,4 juta ha, yang terdiri atas lahan rawa pasang surut sekitar 20 juta ha dan lahan lebak 13,4 juta ha. 

Nah, Kementan berusaha agar lahan rawa tersebut mampu digunakan petani. Salahsatunya dengan program SERASI dan Balitbangtan menerjunkan petugas lapang untuk mendampingi petani di demfarm. Mereka dibekali panduan berupa juknis di daerah target SERASI

Karena itu, sosialisasi Juknis tersebut dilakukan Balitbangtan di Balai Penelitian Tanaman Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut dirangkai dengan kunjungan lapang ke lokasi denfarm Jejangkit Muara, Kab. Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

“SERASI merupakan ujung tombak dan menempati prioritas yang tinggi program Kementan,” papar Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian, Dr. Husnain, MSc dalam arahannya. 

Fokus dan keseriusan Kementerian Pertanian pada program SERASI diwujudkan menurunkan 27 orang tenaga pendamping lapang di Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan, dan 23 orang ditempatkan di Kab. OKI, Musi Banyuasin, Banyuasin, Prov. Sumatera Selatan.

Terhadap petugas pendamping lapang secara khusus Husnain berpesan, peran dan keberadaan petugas pendamping sangatlah penting, karenanya penugasan tersebut hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh. 

“Penugasan yang diberikan hendaknya dijadikan sebagai media pembelajaran dan ajang menggali ilmu dan pengalaman lapang sebaik-baiknya,” tandas Husnain.

Professor Riset di bidang Agroklimat dan Pencemaran Lingkungan, Balitbangtan, Prof. Irsal Las menuturkan, bila Kementerian Pertanian berhasil dalam pengembangan rawa khususnya di Kalimantan, maka target lumbung pangan dunia 2045 akan dapat dicapai. 

Menurut Irsal keberhasilan sebuah demfarm dicirikan oleh kelompok tani yang mencontoh teknologi pada denfarm dengan cara “learning by doing and learning by seeing” (belajar melalui bekerja dan belajar dengan melihat”), pemberdayaan petani melalui penerapan langsung teknologi rekomendasi. 

Irsal menekankan, upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompok tani melalui penerapan teknologi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas produk pertanian.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Kalsel, Dr. M. Yasin, menyampaikan bahwa penempatan setiap petugas lapang merupakan penugasan yang diberikan oleh negara melalui Kementerian Pertanian, khususnya Badan Litbang Pertanian. Oleh karena itu setiap pegawai hendaknya selalu siap menerima penugasan yang diberikan oleh negara.

Pada kesempatan berbeda Kepala Balai Penelitian Lahan Rawa, Ir. Hendri Sosiawan, CESA mengungkapkan lahan yang dijadikan lokasi demfarm saat ini seluas 68 Ha yang berada di kecamatan Jejangkit, Kab. Batola dan mulai ditempatkan Agustus 2019 ini.

Pada acara sosialisi, disampaikan masing-masing materi Juknis secara ringkas yakni: Budidaya Padi Lahan Rawa Menggunakan Paket Teknologi RAISA oleh Nurwulan Agustiani, S.P., M.Agr. (BB Padi), Pengelolaan Lahan dan Air Menurut Karakteristik Hidrologis Rawa Pasang Surut di Kalimantan Selatan oleh Dr. Setiono Adi (Balitklimat) Budidaya Hortikultura di Lahan Rawa Kalimantan Selatan oleh Prof. Yusdar (Puslitbanghorti), Pengembangan Budidaya Itik di Lahan Rawa Kalimantan Selatan oleh Dr. Maijon Purba (Balitnak), Penguatan Kelembagaan Petani dan Pengembangan Pertanian Korporasi di Lahan Rawa Kalimantan Selatan oleh Dr. Hermanto (PSEKP), Pengembangan Model Budidaya Ikan Ramah Lingkungan di Lahan Rawa oleh Ir. Retna Qomariah, M.Si (Balittra) dan Bimbingan Teknis Pengembangan Pertanian Lahan Rawa mendukung Program #SERASI oleh Saefoel Bachri, S. Kom, MSi. 

Reporter : Saefoel Bachri dan Likco Desvian H
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018