
Bupati Gorontalo saat apel kerja secara virtual pasca libur Lebaran
TABLOIDSINARTANI.COM, Gorontalo---Pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi. Apalagi terkait program yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung seperti Program READSI tetap harus berjalan.
Demikian penegasan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat apel kerja secara virtual pasca libur Lebaran Idul Fitri bersama jajaran Pemda Kab. Gorontalo, Rabu (26/5).
Diakui, petani merupakan bagian masyarakat yang terdampak Covid 19. Namun di sisi lain mereka harus tetap menjalankan aktivitas usaha tani demi kelangsungan hidup dan menjaga ketersediaan pangan.
“Adapun tugas pemerintah daerah adalah dengan tetap memberikan dukungan. Diantaranya dengan memberikan bantuan sarana produksi yang sangat dibutuhkan petani,” ujar Nelson Pomalingo.
Menurutnya, pangan adalah masalah yang sangat utama, bahkan hidup matinya suatu bangsa ada di pangan. Saat ini pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis, tapi juga seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Rahmat Pomalingo menambahkan, dalam menghadapi situasi di tengah wabah Covid-19 pertanian merupakan garda terdepan pencegahan infeksi virus berbahaya itu. Sebab, pertanian berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan untuk menjaga imunitas tubuh.
“Kegiatan tidak boleh berhenti, bahkan peran penyuluh justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian, petani harus tetap menanam, optimalisasi lahan harus terus dimaksimalkan, dan petani jangan sampai gagal panen,” tuturnya.
Untuk itu ia meminta, penyuluh harus tetap bekerja secara maksimal di lapangan walau bekerja di tengah situasi pembatasan sosial berskala besar. Jika kita banyak beraktivitas di lapangan, maka selain produksi pertanian tetap terjaga, imunitas para penyuluh lebih meningkat.
Bahkan dalam rangka penanganan dan antisipasi dampak pandemi Covid-19, pemerintah Kabupaten Gorontalo telah mengambil beberapa kebijakan. Untuk Program READSI akan dianggarkan pada belanja bantuan sosial pada masyarakat supaya program tersebut tetap berjalan. Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo agar mengejar target pelaksanaan sambil menunggu pencairan reimbursement, sehingga target kegiatan segera rampung.
Tak dipungkiri lagi, pertanian merupakan gerbang terdepan sebagai penyedia stok pangan nasional. Seperti yang selalu disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti.
Begitu pula kegiatan olah tanah dan olah tanam hingga panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Bahkan Mentan SYL berkali-kali menegaskan pentingnya mempercepat tanam dan manfaatkan setiap jengkal lahan kosong untuk ditanami tanaman yang cepat panen di masa pandemi Covid-19.
“Di masa pandemi Covid-19 seperti ini ayo kita tingkatkan pemanfaatan setiap lahan untuk produksi sumber pangan. Bahkan di pekarangan rumah bisa ditanami tanaman pangan pengganti beras. Diversifikasi pangan agar masyarakat memiliki ketahanan pangan selain beras,” ungkap Mentan SYL.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, akibat pandemi Covid-19 saat ini negara pengekspor memberhentikan ekspor, bahkan umumnya negara-negara tersebut protektif untuk mengamakan pangan bagi negaranya sendiri. Untuk Indonesia dituntut untuk berdiri dengan hasil produksi sendiri.
"Kita harus memperkuat ketahanan pangan nasional, dan cara yang bisa ditempuh adalah memperkuat diversifikasi pangan lokal dan jangan biarkan sedikitpun lahan kosong. Manfaatkan dengan menanam komoditas pangan,” tutur Dedi.