Wednesday, 30 September 2020


Wujudkan Ketahanan Pangan, YESS Program dan Kostratani Dorong Regenerasi Petani

04 Sep 2020, 12:31 WIBEditor : Gesha

Wirausahawan muda pertanian terus diciptakan Kementan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor - - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak semua pihak untuk terlibat langsung pada proses pembangunan sektor pertanian.

Di tengah pandemi ini, pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu membuka lapangan pekerjaan besar karena adanya akses pasar yang terbuka lebar. Semua butuh pangan, dan Indonesia sebagai negara agraris memiliki modal besar untuk mencukupi kebutuhan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

"Kita membutuhkan pikiran-pikiran dan aksi nyata semua pihak terutama generasi muda atau generasi milenial untuk menjadikan pertanian ini sebagai penyelamat. Setidaknya meminimalisir dampak Covid 19 untuk food security. Ini merupakan momentum Kementan untuk membantu industri lain dengan bahan baku dari sektor pertanian selain mencukupi kebutuhan pangan, contohnya tanaman obat untuk produk obat-obatan, " ungkap Syahrul beberapa waktu lalu.

Menanggapi pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa regenerasi pertanian merupakan suatu keniscayaan.

Kementan melalui BPPSDMP terus mendorong regenerasi di kalangan petani melalui program Youth Entrepreurship and Employment Support Service (YESS) dan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Program YESS merupakan proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui penyediaan fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda untuk menjadi wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.

“Untuk mempercepat regenerasi petani, Kementan mengkolaborasikan YESS program dengan Kostratani dimana Kostratani memiliki peran strategis untuk mendampingi dan mengawal petani atau generasi muda yang memiliki minat untuk menekuni dan berusaha di sektor pertanian, " tuturnya.

SDM pertanian dapat dihasilkan melalui Kostratani, karena pertanian identik dengan lahan sebagai sarana produksi yang terletak di wilayah kecamatan. Peran Kostratani sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat data, pusat pembelajaran, pusat jejaring dan kemitraan, serta konsultasi agribisnis diharapkan mampu untuk meningkatkan minat generasi muda di pedesaan untuk terjun menekuni sektor pertanian hingga nantinya menjadi wirausaha-wirausaha muda pertanian yang sukses. 

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) selaku Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti pada kegiatan Workshop Manajemen Program, mengatakan bahwa Program YESS diharapkan akan menjadi model untuk pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan generasi muda di sektor pertanian yang tak hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara anggota IFAD. 

"Oleh karena itu, diperlukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang baik dengan melakukan sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta lembaga sosial terkait," ujar Santi.

Diungkapkan Santi, YESS sangat stretegis sangat mendukung ketahanan pangan, tidak sebatas mengupayakan bagaimana sektor pertanian dapat mencukupi kebutuhan pangan semata, tetapi juga mengupayakan bagaimana peningkatan kapasitas SDM agar mampu untuk mengelola sektor pertanian secara optimal hingga menjadi peluang bisnis. 

"Untuk itu pengelolaan YESS harus dilaksanaan secara baik dan efektif mulai dari penentuan CPCL, identifikasi terhadap lembaga Pendidikan/Pelatihan Vokasi bidang pertanian hingga penjaringan mitra YESS. Melalui perencanaan serta pengelolaan yang baik kami yakin tujuan akhir program ini  yakni lahirnya petani dan wirausahawan milenial di bidang pertanian akan terwujud, ”, ungkap Santi optimis.

Reporter : Lely
Sumber : BPPSDMP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018