Wednesday, 14 April 2021


Adakah Kode Etik Penyuluh Pertanian ?

02 Mar 2021, 13:14 WIBEditor : Yulianto

Sebagai sebuah profesi, penyuluh pun mempunyai kode etik | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Penyuluh bukanlah tugas yang ringan. Sebab mereka dituntut untuk berprilaku sebaik-baiknya sesuai dengan profesinya, sehingga apa yang dilakukan tidak merugikan petani dan menodai citra profesi penyuluh pertanian.

Namun dalam melaksanakan kadang terjadi kebimbangan, terutama ketika ada produsen sarana produksi (pupuk, pestisida, benih dan alsintan) mengajak untuk melakukan sosialisasi. Bahkan membantu memasarkan produk tersebut.

“Adakah kode etik penyuluh? Apakah melanggar kode etik, jika seorang penyuluh menjual sarana produksi pertanian? Apalagi sekarang penyuluh juga kadang dikaitkan dengan politik di daerah, sampai kadang dipindahkan wilayah kerja penyuluh pertanian untuk kepentingan politik,” kata penyuluh pertanian Tebo, Jambi Atmahendra, saat acara Ngobrol Asik Penyuluh BPPSDMP, di Jakarta, Selasa (2/3).

Ungkapan kebingunan juga datang dari Penyuluh Pertanian BPP Tutur, Pasuruan, Jawa Timur, Misbahul Choir. “Apakah boleh saya membentuk kemitraa inti-plasma di petani  dengan perusahaan. Apa ini melanggar? Di lapangan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, tapi akses petani bermitra sangat kecil,” katanya.

Bukan hanya Atmahendra dan Misbahul yang merasa bingung mengenai kode etik seorang penyuluh pertanian. Apalagi selama ini ada kesan, penyuluh selama ini dianggap mengambil keuntungan sebagai agen dari perusahaan sarana produksi pertanian.

Menanggapi kebimbangan tersebut, Dewan Pembina Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani), Mulyono Machmur mengatakan, tugas penyuluh adalah memberikan informasi kepada petani. Jadi jika ada perusahaan sarana produksi ingin dibantu sosialisasi, maka tugas penyuluh sebatas mensosialisasikan. “Hanya memberikan alternatif pilihan, tidak boleh memaksa petani untuk membeli produk tersebut. Jika memaksa, itu yang melanggar kode etik,” katanya.

Bahkan penyuluh yang memilik penghasilan dari tempat lain juga tidak dianggap melanggar kode etik. Ibaratnya seperti seorang dokter yang pagi-sore praktek di rumah sakit atau puskesmas, kemudian malamnya buka praktek sendiri. “Yang penting selama penyuluh melaksanakan tugas dan sesuai panca etika penyuluhan,” tegas Mulyono.

Seperti apa kode etik penyuluh pertanian? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018