Wednesday, 21 October 2026


54 Penyuluh Dilatih Penyegaran TI dan Manajemen Konstratani Program Readsi

27 May 2021, 19:38 WIBEditor : Ahmad Soim

Sabir

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa -- Penyuluh pertanian sebagai salah satu pendamping pada program READSI mempunyai tugas untuk memfasilitasi petani dalam mengindetifikasi komoditas yang akan diprioritaskan, penguatan kelompok tani, pembelajaran bagi petani dan pelaporan. Oleh sebab itu penyuluh harus memiliki kualitas yang handal, mandiri dalam bekerja, profesional serta berwawasan global.

Agar para penyuluh terlibat dalam program ini berkualitas,  sebanyak 54 penyuluh yang berasal dari tiga kabupaten yaitu Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur dilatih untuk penyebaran teknologi informasi dan Manajemen Konstratani Program READSI bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan yang berlangsung dari tanggal 20 -- 27 Mei 2021.

Dalam pengoptimalan peran dan fungsi pengelolaan pendampingan program READ-SI, diharapkan agar seluruh peserta kembali segar dan semangat meningkat sehingga tujuan dari program ini dapat terwujud khususnya di Sulawesi Selatan," kata Kepala BBPP Batangkaluku, Sabir.

BACA JUGA:

Beliau juga tidak lupa terus menghimbau kepada seluruh peserta untuk tetap melaksanakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 walaupun beberapa dari kita telah divaksin."Vaksin ini merupakan salah satu upaya kita untuk memutus rantai penyebarannya tetapi tetap ingat 3M yaitu Menjaga Jarak/Jauhi Kerumunan, Mencuci tangan dan Menggunakan Masker,"tegasnya.

A. Ardin Tjadjo, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulawesi Selatan saat membuka pelatihan ini, mengatakan bahwa saat ini kita menjadi peringkat 4 penghasil beras dengan hasil gabah kira-kira 5,1 juta ton. Sebagai salah satu penghasil beras terbesar ini kita juga harus mampu mempelajari iklim dengan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang ada. Teknologi ini harus kita kuasai karena fenomena ini berpengaruh terhadap pertanian di Indonesia.

Ardin berharap kepada seluruh peserta agar mereka fokus, belajar itu tidak harus dari diri sendiri bisa juga dari kesalahan orang lain. Metode ambil, tiru dan modifikasi juga bisa menjadi solusi belajar demi kemajuan bersama dan keluar nanti kalian harus diakui sebagai penyuluh pendamping yang kompeten,"ungkapnya.

"Salah satu tujuan pelatihan ini adalah peningkatan kapasitas building, dimana meningkatkan kemampuan daripada para pendamping ini untuk bisa melakukan kegiatan perbenihan pada khususnya. Padi yang kita hasilkan itu bisa menghasilkan benih padi yang betul betul bermutu yang bisa dinikmati oleh petani-petani kita di Sulawesi Selatan. Bukan hanya padi tetapi lebih kedepannya bagaimana juga kita bisa meningkatkan dan mengembalikan kejayaan khususnya tanaman kakao di Sulawesi Selatan," tutupnya.

Pada pembukaan pelatihan ini turut hadir juga Kepala UPT Pelatihan Sumber Daya Manusia Pertanian Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulawesi Selatan, Asninda SP, MP dan Ir Alauddin Sukri, MP Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Luwu Utara.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018