Monday, 06 December 2021


Dengan Wawasan Agribisnis, Penyuluh Bisa Mengubah Sikap dan Keterampilan Petani

22 Nov 2021, 15:51 WIBEditor : Gesha

Perhiptani Malang | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang -- Semangat penyuluh untuk terus berubah dan menjadi agent of change (agen perubahan) bergelora di sanubari anggota Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), khususnya di Kabupaten Malang.

"Sebagai organisasi profesi (Perhiptani), maka penyuluh pertanian harus dapat maju, mandiri dan professional sejalan dengan Mars Penyuluh Pertanian, dimana petani sebagai subyek dan obyek harus dapat merasakan kehadiran langsung penyuluh pertanian di lapangan," tutur Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Moch Ronny yang datang dalam Bimbingan Teknis bagi Penyuluh Pertanian di Kabupaten Malang, Kamis (18/11), dan dihadiri oleh kepala UPTD Penyuluhan, Koordinator Jabatan Fungsional, Pengurus dan seluruh anggota PERHIPTANI Kabupaten Malang.

Moch Ronny menambahkan, penyuluh sebagai pemberi solusi atas masalah yang dihadapi petani dalam kegiatan budidaya pertanian maka penyuluh harus dapat menjadi agen perubahan (agent of change) bagi petani melalui Keterampilan, Pengetahuan dan Sikapnya.

Hal ini juga diamini oleh Ketua PERHIPTANI Kabupaten Malang, Agus Wahyudi, dimana penyuluh pertanian harus mempunyai wawasan agribisnis yang mempunyai peran penting dalam pembangunan nasional khusunya pembangunan pertanian. "Selain itu penyuluh pertanian harus juga modern dan inovatif agar dalam kegiatannya bersama dengan petani atau pelaku utama dapat bersinergi menciptakan peluang bagi petani untuk mendukung petani lebih mau, mampu dan dapat melaksanakan teknologi baru dalam mengembangkan sistem pertanian," tambahnya.

Pada acara Bimbingan Teknis ini, Saikoni sebagai Koordinator jabatan Fungsional Kabupaten Malang memberikan materi tentang profesionalisme seorang penyuluh. Ini sesuai dengan semangat dan ruh penyuluhan yang terjabarkan dalam 9 indikator kinerja penyuluh. "Terlebih dalam semangat modernisasi sekarang ini, penyuluh harus dapat menguasai ilmu dan teknologi sehingga penyuluhan tidak bersifat monoton dan membosankan. Ini nanti nya juga akan menjadi tolak ukur bagi penyuluh dalam acuan Sasaran Kinerja Penyuluh (SKP) dan merupakan bukti nyata dalam mengajukan kenaikan pangkat atau jenjang bagi penyuluh," jelasnya.

Memotivasi penyuluh CPNS/PNS Muda, dirinya berharap agar penyuluh 4.0. terlebih penting ada pesan bahwa penyuluh melakukan apa yang ditulis dan menulis apa yang telah dilakukan. "Ini dikarenakan masih kurangnya semangat penyuluh untuk dapat menulis apa yang sudah dikerjakan, baik program harian atau mingguan bahkan bulanan hingga tahunan," ucapnya. Terakhir disampaikan penyuluh harus mau berubah lebih baik dan maju serta berwawasan luas untuk mensejahterakan petani dan menjaga lingkungan pertanian yang subur dan sehat secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu juga, PERHIPTANI kabupaten Malang melepas 9 orang penyuluh pertanian yang memasuki masa pensiun. Dimana Agus Wahyudi mengatakan sangat berterimakasih atas dedikasi dan semangatnya selama mengabdi sebagai penyuluh. Penyuluh hanya sebagai identitas pekerjaan tetapi semangat membimbing dan mendampingi petani bisa dilakukan sepanjang masa.

Jajang Slamet mewakili penyuluh yang memasuki masa purna menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada organisasi profesi ini, dimana walau memasuki masa pensiun tapi tetap dirangkul dan diperhatikan. "Walau tidak bertemu dalam kedinasan tetapi tali silahturami masih bisa dilakukan setiap saat," tuturnya.

 

 

Reporter : Ferly Tambunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018