Saturday, 29 January 2022


Terjun ke Dunia Usaha, Mahasiswa FP Unaya Magang di Kebun Agrowisata Melon

29 Nov 2021, 12:22 WIBEditor : Gesha

Mahasiswa UNAYA yang akan melakukan magang | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Besar --- Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama (UNAYA)  Aceh melakukan kegiatan Studi Banding dan Magang di kebun Agrowisata Melon milik Syarifuddin di Gampong Lam Manyang, Ujong Pancu Aceh Besar untuk membangun sinergisitas dan berkolaborasi.

Dalam kunjungan tersebut Dekan FP Unaya Elvrida Rosa menjelaskan Nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani  antara Dekan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama (Unaya) Elvrida Rosa, S.P., M.P dengan Ir. Syarifuddin M. Diah selaku pemilik kebun agrowisata melon untuk mendukung program Merdeka  Belajar Kampus merdeka (MBKM) melalui  program magang dan ini wajib dijalankan sesuai arahan dari Kemendikbud Ristek.

Dengan adanya MoU ini, para mahasiswa akan bekerja sambil belajar selama dua bulan.  Tujuan magang dapat menambah bekal ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa. “Setelah lulus mereka mampu menguasai secara keilmuan dan terampil dalam bidangnya sehingga lebih berkualitas dan siap terjun ke dunia usaha dan industri (DUDI),”  harap Elvrida yang juga Ketua Bidang Kewirausahaan dan Pengabdian Masyarakat, Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Aceh.

Sehubungan dengan hal  tersebut Dr Basri A. Bakar selaku peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh bersama tim melakukan survey dan studi kelayakan terhadap potensi penanaman padi dan tanaman nilam di kebun agrowisata melon pada lahan seluas tujuh hektar tersebut.

Sementara Syarifuddin mengaku ada delapan mahasiswa yang ditempatkan di kebunnya. Menurutnya, kehadiran mereka untuk membangun sinergisitas dan berkolaborasi  dalam  mengembangkan usaha melon serta produk turunannya. Pihaknya  sangat berterimakasih kepada  Dekan dan jajaran UNAYA yang telah memberi motivasi dan support  untuk kemajuan. "Kami  juga lebih bersamangat dan bergairah dalam mengembangkan  usaha ke arah yang lebih intensif lagi," ucapnya.  

Diharapkan dengan keterlibatan SDM milenial mampu melakukan diversifikasi usaha yakni memelihara ikan bersama melon (mina melon). Sehingga kegiatan ini dapat  menjadi model dan contoh bagi petani maupun masyarakat  sekitar.

Hasil wawancara dengan Syarifuddin diperoleh informasi bahwa ada seluas satu hektar tanaman melon yang ditanam bersama dengan ikan gurami.  Untuk sementara  bibit ikan gurami dipelihara secara khusus di kolam induk sekitar tanaman melon. Selanjutnya, saat sepuluh hari menjelang panen melon, ikan gurami dimasukkan ke dalam parit diantara bedengan melon. 

Tinggi bedeng tanaman melon mencapai 80 cm, sedangakan lebar parit antar bedengan yakni 60 cm dengan kedalaman 60 - 80 cm. Untuk mengantisipasi kekeringan, disektar lokasi dipasang instalasi air dari sumur bor yang telah tersedia.

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018