Friday, 01 July 2022


Mahfud Sukses Bertani Melon Lewat Smart Farming

22 Apr 2022, 14:52 WIBEditor : Herman

Mahfud Petani Melon Sampang Madura | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Sampang Madura --- Smart farming sukses mengantarkan Mahfud bertani melon dari berbagai varian. Karena itu tidak heran bila pemuda Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang ini meraih Juara 2 Wirausaha Muda Berprestasi Jawa Timur 2021 dan Juara 1 Petani Berprestasi Jawa Timur 2020. 

Penerapan sistem smart farming yang dilakukan Mahfud dalam bertani melon berbuah manis.  Dengan menanam melon dalam green house, Mahfud bisa memanen melon tanpa mengenal musim dan aman dari serangan hama penyakit. Bukan hanya itu buah yang dihasilkan pun memiliki kualitas bentuk dan rasa yang baik sesuai dengan keinginan pasar.   

Selain itu metode smart farming pada melon yang dilakukan Mahfud juga mendapatkan berbagai penghargaan dalam berbagai ajang, mulai dari juara 1Petani Berprestasi Jawa Timur 2020 dan Juara 2 Wirausaha Muda Berprestasi jawa TImur 2021.  

Dikebunnya yang terletak di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur ini, Mahfud membudidayakan aneka jenis melon, antara lain Rock Melon VR1, Golden Eksis, Golden Luna, Melon Basket, Honey Globe, King Show, Action Melon, hingga Golden Alisha.

Mahfud menjelaskan dalam bertani melon media tanam menjadi unsur yang menentukan. Karena itu ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyediakan media tanam yang pertama adalah mempersiapkan polibag ukuran 30 x 40 cm, kemudian siapkan media berupa tanah, sekam bakar, kompos dan fensoil dengan perbandingan 1:1:1 dan dicampur semuanya hingga sempurna.

“Masukkan bahan yang sudah tercampur tadi ke dalam polibag sekitar separuh polibag duhulu, setelah itu kita taburi dengan frensoil tadi yang sudah disiapkan, kemudian kita tutup lagi dengan tanah hingga penuh polibag tersebut, lalu basahi media tanamnya agar pupuk dan unsur haranya cepat menyatu,”jelasnya.

Mahfud ngatakan untuk menghasilkan buah yang berkualitas dan manisnya sesuai untuk para konsumen diperlukan benih yang berkualitas, karena itu Mahfud bekerjasama dengan berbagai produsen benih seperti Known You Seed, Panah Merah, Bintang Asia, hingga Tunas Argo dalam penyediaan benihnya.

Budidaya tanaman melon di lahan terbuka lebih ekstra dibanding green house karena hama dan penyakit yang menyerang tanaman melon sangat banyak, hal itu terjadi jika kurang tepat dalam pengendalian hama dan penyakit.

Salah satu penunjang cepat atau tidaknya pertumbuhan pada tanaman buah melon sangat tergantung pada kesuburan tanah, maka dalam mengolah tanah harus benar-benar gembur. Sebelum tanah dibedeng perlu memberikan pupuk dasar, agar bibit melon yang ditanam terpenuhi asupan makanannya.

Pupuk yang digunakan yaitu Phonska SP 36, Kompos dan Frenzoil, semuanya harus tercampur lalu ditaburkan ke bedengan, setelah itu ditutup dengan tanah sehingga semua pupuk tersebut tertutupi merata.

Menurut Makfud, pemasangan mulsa setelah semua persiapan tanah bedengan selesai perlu dilakukan. Biasanya  mulsa yang digunakan berukuran 50-60 cm tergantung sistem tanam yang diinginkan, seperti sistem tusuk silang tengah, sistem zigzag, silang dua lubang, silang atas dan tegak.

“Pengecekan PH tanah terlebih dahulu sebelum ditanam penting dilakukan,cara penyiraman dengan sistem irigasi tetes,” tambahnya.

Pemasangan Ajir untuk melon dilakukan ketika bibit berumur sekitar 3 hst, karena jika dipasang lebih dari itu akan berdampak terhadap pertumbuhan tanaman di mana saat itu tanaman pada masa pertumbuhan akar atau vegetatif.

“Sedangkan untuk pemupukan dilakukan ketika tanaman berumur 5-7 hst tergantung kondisi tanaman tersebut. Pupuk yang digunakan yaitu NPK 16 dengan dosis 1 kg per 1000 tanaman, hal ini mengacu pada pertumbuhan saja dan dilakukan setiap 5-7 hari sekali sampai umur tanaman 15 hst dengan dosis yang sama,”imbuhnya.

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan penyemprotan, dimulai ketika tanaman berusia 7 hst, interval 3 hari sekali dengan menggunakan fungisida dan insektisida. Hal ini dilakukan secara bergantian tergantung serangan hama apa yang menyerang, usahakan menggunakan bahan aktif yang rendah terlebih dulu, kecuali jika serangan hama dan penyakitnya intensitas tinggi.

Pemupukan susulan dilakukan ketika tanaman berumur 20-25 hst, berupa pupuk padat seperti SP36, Phonska, NPK Mutiara dengan mencampurkan semua pupuk tersebut hingga merata lalu ditaburkan ke tanaman dengan takaran 2 sendok makan per tanaman.

Kemudian pada masa ini juga tambahkan pupuk cair seperti NPK 16, Boron dan Kalsium untuk memacu pertumbuhan tanaman dan juga agar tanaman tetap hijau.

Ketika tanaman berumur 30 hst atau disebut juga dengan masa generatif karena pada masa ini biasanya pembuahan sudah mulai terjadi, maka asupan makanan yang lebih besar dapat ditambahkan. Yaitu dengan memberikan pupuk seperti MKP, Boron, NPK Grower agar tanaman buahnya cepat besar dan tidak menguning, dosisnya satu sendok makan dan dilarutkan pada air dalam ember berukuran 15 liter.

“Seleksi buah yang akan dipelihara dilakukan ketika tanaman berusia 35-40 hst, biasanya yang dipelihara antara daun 8-12. Jika kita pelihara di bawah itu maka akan berpengaruh terhadap kualitas buah, sebaiknya jika mengambil di daun yang lebih tinggi maka panennya akan lebih panjang, usahakan pilih buah yang sangat bagus biasanya, dipelihara 3-6 buah per pohon,” tambahnya.

Panen dilakukan ketika tanaman berusia 60-70 hst tergantung varietas buah melon yang ditanam, karena setiap jenis memiliki umur panen yang berbeda.

Sortasi bertujuan untuk memilih melon yang mulus, jaring atau net tebal dan merata, bentuk normal tidak terserang penyakit, tidak ada cacat fisik, tidak ada noda getah.  Sedangkan grading adalah kegiatan mengkelaskan buah berdasarkan berat dan penampakan fisik, biasanya grade A berat >1,5 kg dan jaring atau net terbentuk sempurna, group B 1-1,5 kg dan jaring atau net terbentuk 70 persen,dan C berat kurang dari 1 kg dan jaring atau net sedikit,

Labeling merupakan bagian dari kegiatan pengemasan yang dilakukan untuk memberikan informasi terhadap produk, umumnya berisi tentang merek produk, asal produk, nama produk, gambar, logo, kandungan gizi, dan  legalitas produk.

“Pemasaran melon yang ada di kelompok tani akses sudah sangat luas, bahkan berkontribusi untuk memasok kebutuhan buah di Surabaya, Bali, Malang dan Jakarta, buah melon grade A juga sudah masuk di pasar modern atau supermarket,”pungkas Mahfud.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018