Sabtu, 01 Oktober 2022


BBPP Ketindan Telaah Regulasi Kewidyaiswaraan  

16 Agu 2022, 15:25 WIBEditor : Yulianto

Gedung BBPP Ketindan | Sumber Foto:Dok.BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang--- - Megatrends 2025 bergerak sangat cepat. salah satunya ditandai masuknya pengaruh modernisasi, sehingga membuat semua negara saling berlomba mengejar ketertinggalan yang telah terjadi selama ini. Dari sisi pemerintahan, perbaikan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur dan non aparatur menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan Global Megatrends.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menegaskan, ASN harus berpikir logis, kritis, inovatif, dan terus mengembangkan diri berdasarkan semangat nasionalisme dalam menghadapi tantangan global serta revolusi industri 4.0. Selain itu, menyadari laju gerak perubahan yang kian masif tersebut, selain pengembangan kompetensi aparatur dan non aparatur, diperlukan adanya regulasi yang disesuaikan dan adanya penjaminan mutu terkait pelatihan.

Widyaiswara sebagai salah satu tenaga pelatihan berperan penting dalam meningkatkan kualitas SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan. Karena itu, guna menjalankan perannya secara lebih optimal, widyaiswara harus memperbaiki diri dan lebih memahami tugas pokok dan fungsinya seiring dengan perubahan regulasi yang terus bergulir.

Salah satu regulasi yang harus dipersiapkan widyaiswara adalah Permenpan RB No. 42 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara yang saat ini sedang diproses turunannya/Juklak oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN RI) dan Lembaga yang terkait.

Seiring informasi regulasi kewidyaiswaraan yang pesat akhir-akhir ini, diperlukan adanya penelaahan terkait dengan hal tersebut. Karena itu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan pada Jum’at, (5/8) lalu menginisiasi menyelenggarakan Seminar “Kegiatan Penelaahan Regulasi Kewidyaiswaraan“ bagi para Widyaiswara.

“Baru balai kita yang membahas tentang regulasi ini, dan saya sangat mendukung kegiatan seperti ini untuk pengembangan kegiatan Widyaiswara ke depan, ungkap Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor.  

Tiga Agenda

Tiga agenda utama yang dibahas dalam kegiatan tersebut, pertama, penelaahan Permenpan RB No. 42 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara. Kedua, Peraturan LAN No. 4 Tahun 2020 tentang Prosedur Orasi Ilmiah Jabatan Fungsional Widyaiswara. Ketiga, Penyusunan Petunjuk Teknis Penjaminan Mutu Pelatihan di BBPP Ketindan.

Agenda pertama adalah penelaahan Permenpan RB No. 42 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara. Widyaiswara Ahli Utama BBPP Ketindan, Agus Sukmadjaja mengatakan, tugas pokok widyaiswara melaksanakan kegiatan pelatihan, pengembangan pelatihan dan penjaminan mutu pelatihan dalam rangka pengembangan kompetensi ASN; pengembangan profesi, dan penunjang kegiatan widyaiswara.

Agenda kedua kegiatan seminar adalah pembahasan tentang Prosedur Orasi Ilmiah Jabatan Fungsional Widyaiswara. Prosedur orasi ilmiah ini dibahas berdasarkan peraturan yang berlaku di LAN dan pengalaman para widyaiswara ahli utama yang ada di BBPP Ketindan.

Bagi widyaiswara yang berhasil melangkah ke tahap selanjutnya dan terbit publikasi jurnalnya, widyaiswara dapat melaksanakan orasi ilmiah. Kegiatan orasi ilmiah ini membutuhkan persiapan.

Dari mulai, pengajuan orasi ilmiah oleh Kepala UPT kepada LAN, pengajuan kenaikan jabatan kepada Kementerian Pertanian, Sekretariat Negara dan BKN, pembuatan sinopsis dan penetapan jadwal orasi ilmiah oleh LAN. Jika orasi ilmiah sudah dilalui, maka tinggal menunggu proses pengukuhan menjadi Widyaiswara Ahli Utama.

Agenda terakhir dalam pertemuan seminar adalah pembahasan penyusunan petunjuk teknis penjaminan mutu pelatihan di BBPP Ketindan. Tujuan penyusunan petunjuk teknis adalah untuk menerapkan sistem penjaminan mutu pelatihan dalam pengelolaan pelatihan baik yang dilaksanakan dalam lingkup internal, eksternal dan pelatihan yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) binaan BBPP Ketindan.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terstandarnya penerapan sistem penjaminan mutu pelatihan di BBPP Ketindan.  “Melalui kegiatan ini, semoga kita dapat memberikan masukan atau saran agar pembahasan semacam ini menjadi agenda para pemangku kebijakan di tingkat pusat, ungkap Agus Sukmadjaja selaku narasumber dalam kegiatan.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan pembentukan tim kecil untuk membahas lebih rinci mengenai outline dan subtansi melalui pembuatan matrik penyusunan petunjuk teknis penjaminan mutu pelatihan di BBPP Ketindan.

Reporter : Widyaiswara BBPP Ketindan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018