Kamis, 18 Juli 2024


Pertama Kali, Polbangtan Kementan Akan Kukuhkan Guru Besar

16 Peb 2023, 05:06 WIBEditor : Gesha

Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi (tengah) bersama Direktur Polbangtan Bogor, Syaifuddin (kanan) dan Guru Besar Polbangtan Bogor, Prof. Lukman Effendy | Sumber Foto:TABLOID SINAR TANI

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pertama kali dalam sejarah pendidikan lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor akan mengukuhkan dosen seniornya menjadi Guru Besar Bidang Penyuluhan Pertanian, besok Jumat (17/02). Bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun berkenan hadir mengukuhkan Guru Besar pertama tersebut.

Titel Guru Besar adalah capaian tertinggi dari jabatan fungsional dosen di sebuah institusi pendidikan. Tak terkecuali Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang telah bertransformasi menjadi Politeknik Penyuluhan Pertanian (Polbangtan) sejak tahun 2018. 

"Dari 200 Dosen yang ada di lingkungan Polbangtan dan Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI), besok Jumat akan dikukuhkan seorang Guru Besar Bidang Penyuluhan dari Polbangtan Bogor, Prof.Dr.Drs.Lukman Effendy M.Si," sebut Direktur Polbangtan Bogor, Dr. Syaifuddin  dalam Press Conference "Pengukuhan Guru Besar Bidang Penyuluhan Polbangtan Bogor" yang digelar di Kantor Pusat BPPSDMP, Jakarta, Kamis (16/02). 

Syaifuddin bercerita, transformasi STPP menjadi Polbangtan Bogor di tahun 2018 sebelumnya membuka peluang dosen-dosen senior UPT Pendidikan lingkup BPPSDMP menjadi seorang Guru Besar. Data Ditjen Pendidikan Vokasi saat ini setidaknya ada 775 ribu tenaga pendidik vokasi, baik yang D1, D2, D3 dan D4.  Tenaga pendidik vokasi itu ada yang di perguruan tinggi vokasi, SMK dan lembaga pendidikan vokasi kementerian/lembaga.

Untuk diketahui, perguruan tinggi vokasi selama ini dianggap nomor dua setelah perguruan tinggi berbasis akademik. Bahkan nampak juga dalam jenjang karir dosen vokasi, seperti dalam jabatan guru besar. Hingga jumlah dosen vokasi yang menyandang gelar guru besar masih sangat minim.

Naiknya dosen sekolah vokasi menjadi Guru Besar juga diperkuat dengan adanya rancangan revisi Peraturan Menteri PANRB No. 13/2019 tentang Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Jabatan Fungsional PNS tentang Pengusulan, Penetapan dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Salah satunya terkait sistem karir yang tidak ada lagi diskriminasi, sehingga memungkinkan semua orang menduduki jabatan puncak.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti yang berkenan hadir secara virtual pun mengapresiasi capaian dosen Prof.Dr.Drs.Lukman Effendy M.Si dari Polbangtan Bogor menjadi Guru Besar Bidang Penyuluhan Pertanian. "Ini menjadi tonggak baru yang dimiliki Polbangtan dan PEPI Kementan. Dengan kemampuan Guru Besar Bidang Penyuluhan ini diharapkan bisa mendorong kegiatan petani milenial di masa depan," tuturnya.

Apresiasi serupa juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi. Menurutnya, Polbangtan Bogor menjadi perintis terciptanya guru besar di Polbangtan. "Ke depannya (hadirnya Guru Besar) agar terus ditingkatkan di Polbangtan lainnya, seperti Polbangtan Medan, Polbangtan Gowa, Polbangtan YoMa, Polbangtan Malang, Polbangtan Manokwari dan PEPI," tuturnya.

Prof Dedi menegaskan, dalam mencetak petani milenial melalui pendidikan, utamanya adalah Dosen, bukan hanya kurikulum maupun sarana prasarana. "Kualitas dosen berperan dalam kualitas alumni kita. terutama dalam menghasilkan qualified job creator dan qualified job seeker yang berjiwa wirausaha muda pertanian," tegasnya.

Prof Dedi menambahkan, dalam disertasi yang diusung oleh Prof.Dr.Drs.Lukman Effendy M.Si difokuskan pada peran agribisnis membangun pertanian. Dimana Penyuluhan dan pendidikan berperan penting mencetak para bussinessman. Disaat yang sama, penyuluhan juga mengubah perilaku pelaku pertanian. "Bagi saya, pendidikan adalah penyuluhan yang formal dan penyuluhan adalah pendidikan yang non formal. Sama-sama bermuara pada satu penyuluhan yang mengubah perilaku pelaku pertanian," pesannya. 

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018