
Polbangtan Kementan kawal keberlanjutan Program YESS di Jabar dengan strategi konkret, agar jejak pendampingan petani muda tetap hidup dan berkembang meski program resmi berakhir 2025.
TABLOIDSINARTANI.COM, Subang -- Polbangtan Kementan kawal keberlanjutan Program YESS di Jabar dengan strategi konkret, agar jejak pendampingan petani muda tetap hidup dan berkembang meski program resmi berakhir 2025.
Memasuki tahun terakhir pelaksanaan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Jawa Barat bergerak cepat menyusun strategi keberlanjutan program.
Tujuannya jelas yaitu memastikan dampak positif Program YESS tetap dirasakan para petani muda, meski program resmi berakhir pada tahun 2025.
Selama lima tahun terakhir, Program YESS telah menjadi katalisator tumbuhnya wirausahawan muda di sektor pertanian.
Di Jawa Barat, sinergi kuat antara PPIU dan District Implementation Team (DIT) di lima kabupaten sasaran yakni Bogor, Subang, Tasikmalaya, Cianjur, dan Sukabumi telah berhasil melahirkan ribuan petani muda produktif dan tangguh.
Kini, saat program mendekati garis finish, Polbangtan Kementan tak ingin capaian tersebut berhenti begitu saja.
Melalui rangkaian Workshop Strategi Keberlanjutan Business Development Service Provider (BDSP) Program YESS, PPIU Jawa Barat bersama mitra daerah membangun fondasi kesinambungan yang kokoh.
“Program boleh berakhir, tapi semangat dan dampaknya tidak boleh berhenti. Kita siapkan strategi pasca-program agar petani muda tetap memiliki ekosistem usaha yang mendukung,” ujar Aminudin, Project Manager YESS PPIU Jawa Barat.
Workshop ini dilaksanakan serentak di lima kabupaten. Kabupaten Bogor menjadi yang pertama menggelar workshop pada 16 Mei 2025, disusul oleh Subang, Tasikmalaya, Cianjur, dan Sukabumi pada 20 Mei 2025.
Kegiatan ini difokuskan untuk menyusun rencana kerja keberlanjutan BDSP yang selama ini berperan penting mendampingi dan membina usaha petani muda di tingkat kecamatan.
“Workshop ini bertujuan membangun komitmen penyuluh, fasilitator, dan stakeholder kecamatan agar terus mendampingi petani muda, bahkan setelah Program YESS selesai. Kami ingin mereka tetap tumbuh, berjejaring, dan naik kelas secara kelembagaan,” jelas Amin.
Fokus keberlanjutan tak hanya pada teknis usaha, tetapi juga memperkuat kelembagaan, memperluas akses pasar dan permodalan, serta menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan. Ini menjadi bagian dari warisan YESS yang disiapkan untuk jangka panjang.
Deputi Manajer Bidang Teknis PPIU Jabar, Arif Prastiyanto, menyampaikan bahwa workshop ini dihadiri oleh 12 unsur strategis, antara lain Kepala Bappeda/Bapperida Kabupaten, Kepala Dinas Pertanian, Tim DIT dan BDSP Program YESS, perwakilan perbankan, pengurus koperasi, Ketua klaster percontohan, Local Champion, Advisor keuangan dan bisnis, serta fasilitator teknis seperti widyaiswara, dosen, dan guru SMK pertanian berbasis BLUD.
“Kolaborasi multipihak adalah kunci. Kami ingin semua stakeholder terlibat aktif dalam menyusun roadmap keberlanjutan, termasuk melalui forum District Multi Stakeholders Forum (DMSF),” kata Arif.
Ia juga menegaskan bahwa Rencana Kerja BDSP hasil workshop akan menjadi dokumen strategis dalam mendampingi pengembangan usaha petani muda ke depan.
Harapannya, BDSP dapat terus menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi tumbuhnya klaster komoditas unggulan di pedesaan.
Di tengah upaya ini, arahan dan dukungan dari pimpinan Kementerian Pertanian turut memperkuat semangat keberlanjutan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus ditopang oleh sumber daya manusia yang tangguh dan kompeten.
“SDM pertanian adalah tulang punggung kedaulatan pangan nasional. Mereka harus kita siapkan dengan baik agar mampu menjawab tantangan global,” ujar Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyoroti pentingnya regenerasi petani.
Ia menekankan bahwa petani muda harus difasilitasi untuk tetap semangat dan produktif di sektor pertanian.
“Apapun tantangan mereka, kita harus hadir memberikan solusi. Regenerasi petani adalah syarat mutlak untuk ketahanan pangan Indonesia ke depan,” tegas Idha.
Program YESS memang akan berakhir, namun semangat dan ekosistem yang dibangunnya diharapkan menjadi warisan berharga bagi pembangunan pertanian Indonesia, khususnya di Jawa Barat.
Lewat peran aktif Polbangtan, PPIU, BDSP, serta berbagai mitra daerah, warisan itu kini sedang dipahat agar tetap hidup dan terus memberi manfaat bagi generasi muda tani.
Dengan semangat kolaboratif yang kuat, Polbangtan Kementan memastikan bahwa Program YESS bukan sekadar program lima tahunan, melainkan pijakan regenerasi petani muda menuju pertanian masa depan yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
Warisan ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang pertanian Indonesia yang tangguh.