Sunday, 08 November 2026


Dinas Pertanian Alor Bekali PPL Strategi Hadapi Krisis Petani

18 Sep 2025, 16:08 WIBEditor : Herman

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor Gelar Pembekalan Penyuluh Pertanian

TABLOIDSINARTANI,COM, Alor --- Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor menggelar pembekalan bagi sepuluh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lulusan tahun 2025. Seluruh peserta merupakan lulusan strata satu (S1) bidang pertanian.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Alor Barat Laut, Petrus Payong, SST, sebagai pembawa materi, dengan Fonsiano Korera, SST bertindak sebagai moderator.

Dalam pembekalan tersebut, Petrus membagikan pengalaman panjangnya mendampingi petani hingga pelosok desa.

Ia menjelaskan bahwa dalam dunia pertanian terdapat tiga kelompok pangan penting: pangan pokok (padi dan jagung), pangan penopang (umbi-umbian dan pisang), serta pangan alternatif (ternak, ikan, dan hasil perkebunan seperti cengkeh, kemiri, dan vanili).

Selain itu, peserta juga mendapat pemahaman tentang peran kelompok tani. “Kelompok tani memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai media belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi,” ujar Petrus.

Menurut Petrus, tantangan besar kini dihadapi penyuluh pertanian, khususnya di Kabupaten Alor. Salah satunya adalah krisis regenerasi petani.

“Banyak warga usia produktif, 35 hingga 53 tahun, lebih memilih menjadi tukang ojek ketimbang menggarap sawah atau kebun. Ini menjadi tantangan serius,” katanya.

Untuk mengatasi hal itu, PPL didorong menyusun strategi, di antaranya memanfaatkan alokasi Dana Desa sebesar 20 persen untuk kelompok tani.

Selain krisis tenaga petani, masalah lain yang muncul adalah alih fungsi lahan menjadi pemukiman permanen, sehingga ruang produksi pangan semakin menyempit.

Dalam menghadapi persoalan ini, PPL diminta aktif menjalin komunikasi dengan para pengambil keputusan, mulai dari camat hingga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappelitbang), agar lahir aturan jelas terkait tata kelola lahan dan pemukiman.

Sebagai contoh, BPP Kecamatan Alor Barat Laut menerapkan strategi “Gamalaku Aksi” (Gali Masalah, Latihan, dan Kunjungan) sebagai pendekatan efektif untuk menguatkan peran petani.

“Kolaborasi adalah kunci. Mari kita bersatu membangun daerah melalui pertanian yang berkelanjutan,” pungkas Petrus.

Reporter : Petrus Payong
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018