
Bimbingan Teknis Pertanian Lahan Kering yang digelar di Desa Aimoli, Kecamatan Alor Barat Laut.
TABLOIDSINARTANI.COM, Alor --- Sebanyak 84 peserta yang terdiri dari unsur Pemerintah Desa, mulai dari Kepala Dusun, RT, RW, pengurus kelompok tani hingga anggota kelompok tani se-Desa Aimoli mengikuti Pelatihan atau Bimbingan Teknis Pertanian Lahan Kering yang digelar di Desa Aimoli, Kecamatan Alor Barat Laut.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Desa Aimoli, Gaddauna Editom Beli, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dibiayai melalui Dana Desa sebesar 20 persen.
Ia juga menegaskan bahwa prioritas program pertanian Desa Aimoli pada tahun depan adalah pengembangan tanaman jagung hibrida, serta penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) oleh kelompok tani.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong petani agar lebih mandiri dan terarah, khususnya dalam perencanaan kebutuhan pupuk dan pengelolaan lahan pertanian.
Hadir pula Pendamping Lokal Desa, Adiba, yang memaparkan proses pencairan Dana Desa hingga tahapan perencanaan pembangunan yang melibatkan langsung masyarakat tani di Desa Aimoli.
Pelatihan ini secara resmi dibuka Camat Alor Barat Laut, Dael LMS Alelang, S.Sos. Dalam arahannya, Camat mengajak seluruh anggota kelompok tani untuk mengoptimalkan lahan dengan sistem tanam beragam dalam satu kebun.

Ia mendorong para petani agar masuk ke kebun dan menanam berbagai jenis tanaman dalam satu lahan guna meningkatkan hasil dan ketahanan pangan keluarga.
Penjelasan teknis lapangan disampaikan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Aimoli, Halena MOU, SST, yang menjelaskan teknis budidaya sesuai kondisi lahan kering di wilayah tersebut.
Dalam Bimbingan Teknis ini, peserta menerima materi dari sejumlah narasumber. Materi pertama disampaikan Kepala BPP Kecamatan Alor Barat Laut, Petrus Payong, SST, yang membahas penyusunan RDKK, takaran penggunaan pupuk, serta informasi harga pupuk, yakni Urea Rp1.800 per kilogram, NPK Rp1.840 per kilogram, dan pupuk organik Rp640 per kilogram.
Materi kedua disampaikan oleh Ilham Molbang, SST, dengan topik budidaya tanaman jagung hibrida, mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman.
Sementara materi ketiga disampaikan oleh Petrus Onko Silla dari PT Nufarm, yang membahas hama dan penyakit tanaman, pengenalan insektisida, serta cara pengendalian hama dan penyakit tanaman secara tepat.
Kegiatan Bimtek ini mendapat respon positif dari para peserta. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang aktif berdiskusi, dengan sekitar 15 peserta mengajukan pertanyaan sekaligus menyampaikan solusi atas berbagai permasalahan pertanian yang dihadapi di Desa Aimoli.