
Demplot Padi Inpari 42 di desa Tuleng, Kecamatan Lembur
TABLOIDSINARTANI.COM, Lembur --- Penyuluh Pertanian Desa Tuleng, Kecamatan Lembur, terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui metode penyuluhan berbasis praktik lapangan. Salah satunya adalah dengan mengembangkan Demonstration Plot (Demplot) padi sawah varietas Inpari 42 sebagai lahan percontohan bagi petani.
Demplot merupakan metode penyuluhan yang menampilkan secara langsung penerapan teknik, teknologi, maupun produk pertanian terbaru.
Melalui pendekatan ini, petani dapat melihat, membuktikan, dan mengadopsi inovasi pertanian secara nyata dalam kegiatan usahatani mereka.
Demplot padi sawah varietas Inpari 42 yang berlokasi di lahan sawah petani Desa Tuleng ini merupakan hasil kerja sama antara CV Roda Tani Kupang sebagai penyedia sarana produksi berupa benih, serta PT Nufarm yang menyediakan berbagai sarana pendukung seperti ZPT, herbisida, insektisida, dan fungisida.
Kegiatan ini didampingi langsung Penyuluh Pertanian Desa Tuleng, Ariance Bumma, SP, bersama Babinsa Desa Tuleng, Isak Mauleti, sebagai penggerak sektor pertanian.
Kegiatan demplot melibatkan petani-petani Desa Tuleng yang tergabung dalam Gapoktan Pakilai, dengan luas lahan percontohan mencapai 0,5 hektare.
Pelaksanaan persemaian dimulai pada 28 Desember 2025, dan dilanjutkan dengan penanaman simbolis padi sawah varietas Inpari 42 pada 21 Januari 2026.
Acara penanaman simbolis tersebut berlangsung di lokasi demplot dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan serta pemangku kepentingan pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Lembur, Isyaq Samau, S.TP, Kepala Desa Tuleng, Yoksan Samoi, bersama Kasi Pelayanan Farina Samoi, Babinsa Desa Tuleng, para penyuluh pertanian se-Kecamatan Lembur, petugas lapangan PT Nufarm Kabupaten Alor Petrus Onko Silla, S.Tr.P, petani anggota Gapoktan Pakilai, serta mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Muhammadiyah Kabupaten Alor.
Dalam sambutannya, Ariance Bumma yang juga Koordinator BPP Lembur menyampaikan bahwa kegiatan demplot ini bertujuan memperkenalkan teknologi baru guna meningkatkan produksi dan produktivitas padi sawah.
“Benih yang digunakan merupakan varietas unggul baru, didukung sarana pengendalian hama modern, serta metode tanam jajar legowo tipe 3:1 yang diharapkan mampu meningkatkan hasil panen,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tuleng, Yoksan Samoi, mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama secara aktif.
“Pemerintah desa, penyuluh, Babinsa, dan petani harus bersinergi dalam mengelola lahan sawah secara lebih baik demi pembangunan pertanian Desa Tuleng,” ujarnya.
Camat Lembur, Isyaq Samau, S.TP, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan demplot merupakan ruang pembelajaran penting yang harus dilaksanakan dengan benar.
Ia juga mendorong kelompok tani dan gapoktan agar terus aktif, mengingat masih banyak petani yang belum memahami jadwal dan teknik budidaya padi sawah secara optimal.
“Ini bagian dari upaya mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan,” tegasnya.
Usai sambutan, seluruh peserta bersama-sama menuju lahan demplot untuk melakukan penanaman padi secara simbolis.
Melalui kegiatan ini, Gapoktan Pakilai Desa Tuleng berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah, khususnya berupa bantuan traktor roda dua dan mesin perontok padi, guna menunjang aktivitas pertanian di lahan sawah dan meningkatkan kesejahteraan petani.