Monday, 13 April 2026


Berlatih TOEFL, Lulusan Polbangtan Kementan Siap Taklukan Dunia

07 Mar 2026, 12:02 WIBEditor : Yulianto

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang menggelar Pelatihan Bahasa Inggris (TOEFL)

TABLOIDSINARTANI.COM, Magelang — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang menggelar Pelatihan Bahasa Inggris (TOEFL) melalui  English Camp bagi mahasiswa tingkat akhir di Kampus Tegalrejo, Magelang. Dengan perlatihan ini diharapkan umber daya manusia (SDM) pertanian mampu bersaing di tingkat global.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Lembaga Bahasa LIA ini, diikuti 139 mahasiswa tingkat akhir dengan penuh antusias. Tidak sekadar pembelajaran di kelas, pelatihan juga menghadirkan penutur asli (native speaker) dari Amerika Serikat dalam program English Camp, sehingga mahasiswa dapat merasakan pengalaman belajar bahasa Inggris secara lebih interaktif dan menyenangkan.

Program yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini menjadi bagian dari komitmen Polbangtan Yoma dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya kemampuan bahasa Inggris. Harapannya nanti menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Hal tersebut sejalan dengan upaya Kementan dalam mencetak generasi emas sektor pertanian yang adaptif terhadap dinamika global. Penguasaan bahasa internasional dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing lulusan di tengah kompetisi dunia kerja yang semakin terbuka dan kompetitif.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, pembangunan pertanian Indonesia sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. “SDM pertanian yang andal, profesional, dan berdaya saing merupakan faktor kunci dalam pembangunan pertanian Indonesia,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa peningkatan kapasitas mahasiswa menjadi prioritas dalam mencetak generasi muda pertanian yang unggul. “Mahasiswa Polbangtan adalah kandidat petani milenial dan wirausahawan muda pertanian terdidik yang menjadi harapan bangsa,” ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung pada 5–27 Februari 2026, dirancang dengan metode interaktif dan komunikatif. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, kegiatan ini juga bertujuan membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam praktik komunikasi internasional.

Wakil Direktur III Polbangtan Yoma, Abu Zaenal Zakariya menjelaskan, program ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa setelah lulus. Pelatihan bahasa Inggris sangat penting karena bahasa ini digunakan secara internasional.

“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan, kosakata mahasiswa semakin bertambah sehingga dapat menjadi modal untuk pengembangan akademik maupun karier di masa depan,” katanya.

Menurutnya, program ini semakin relevan mengingat semakin banyak lulusan Polbangtan Yoma yang bekerja di luar negeri maupun terlibat dalam kerja sama internasional di sektor pertanian.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis pertanian, tetapi juga memiliki daya saing global yang kuat,” tambahnya Abu Zaenal ketika ditemui disela-sela kegiatannya , Jumat (6/3).

Melalui program pelatihan ini, Polbangtan Yoma berharap para lulusan tidak hanya menjadi tenaga profesional di bidang pertanian, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkompetisi dalam ekosistem kerja internasional.

Dengan bekal kompetensi teknis dan kemampuan komunikasi global, generasi muda pertanian diharapkan mampu membawa sektor pertanian Indonesia semakin maju dan berdaya saing di tingkat dunia.

Sementara itu, Branch Manager LIA Cabang Yogyakarta, Ignatius Aristiyono, menilai bahwa kemampuan bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting di era globalisasi.

“Persaingan di dunia kerja kini semakin ketat dan bersifat global. Kemampuan berbahasa, terutama bahasa Inggris, akan sangat berguna untuk menunjang karier di masa depan,” ungkapnya.

Reporter : Osi W
Sumber : Polbangtan YOMA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018