
Sosialisasi budaya kerja, kode etik, dan disiplin pegawasi. Kegiatan tersebut digelar oleh Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementerian Pertanian di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Rabu (11/3).
TABLOIDSINARTANI.Bogor---Kementerian Pertanian terus mendorong penguatan integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya melalui sosialisasi budaya kerja, kode etik, dan disiplin pegawai.
Kegiatan tersebut digelar oleh Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementerian Pertanian di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Rabu (11/3).
Sosialisasi ini diikuti seluruh pegawai BBPKH Cinagara dan bertujuan meningkatkan pemahaman serta implementasi budaya kerja aparatur yang berlandaskan integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap aturan kepegawaian.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan penerapan core values ASN BerAKHLAK serta employer branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” di lingkungan Kementerian Pertanian.
Materi sosialisasi disampaikan Analis SDM Aparatur Ahli Muda Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementerian Pertanian, Dwi Kurnia Rachman. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap aturan kepegawaian, kode etik, serta disiplin pegawai merupakan fondasi penting dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.
“Budaya kerja yang kuat harus dimulai dari kesadaran setiap individu ASN untuk menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan tanggung jawab. Dengan memahami aturan serta batasan kepegawaian, kita dapat bekerja secara profesional dan menjaga marwah institusi,” ujar Dwi.
Ia juga memaparkan berbagai ketentuan terkait disiplin pegawai, jenis pelanggaran disiplin, serta mekanisme pembinaan dan penegakan aturan di lingkungan Kementerian Pertanian. Pemahaman tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty menyampaikan, apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter serta etika kerja aparatur di lingkungan BBPKH Cinagara.
“Sosialisasi ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai bahwa sebagai ASN kita memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga integritas, disiplin, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Nilai-nilai BerAKHLAK harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya.
Terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya membangun aparatur yang berintegritas dan berorientasi pada kinerja sebagai bagian dari transformasi birokrasi di sektor pertanian.
“Kementerian Pertanian membutuhkan ASN yang disiplin, profesional, dan berintegritas tinggi. Budaya kerja yang kuat akan menjadi fondasi dalam mempercepat program pembangunan pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa penguatan budaya kerja ASN merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif.
Ia menegaskan, penguatan nilai-nilai BerAKHLAK harus terus diinternalisasikan kepada seluruh ASN lingkup Kementerian Pertanian. "Dengan SDM yang profesional, berintegritas, dan disiplin, kita dapat menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Idha.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga memberikan ruang bagi para pegawai untuk memperdalam pemahaman terkait penerapan budaya kerja, kode etik, serta disiplin pegawai di lingkungan Kementerian Pertanian.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pegawai BBPKH Cinagara semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.



