Saturday, 17 October 2026


Serius Benahi Kualitas, Polbangtan Gowa Matangkan Dokumen Akreditasi Unggul

15 Apr 2026, 09:58 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Gowa makin serius membenahi kualitas pendidikan dengan mematangkan dokumen reakreditasi lewat workshop SPMI, demi meraih predikat unggul dan meningkatkan daya saing lulusan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa -- Polbangtan Gowa makin serius membenahi kualitas pendidikan dengan mematangkan dokumen reakreditasi lewat workshop SPMI, demi meraih predikat unggul dan meningkatkan daya saing lulusan.

Upaya serius membenahi kualitas pendidikan terus dilakukan Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa. Kampus ini menggelar workshop strategis untuk mematangkan dokumen reakreditasi institusi, sebagai langkah menuju predikat akreditasi unggul.

Kegiatan yang berlangsung pada 10 April 2026 ini berfokus pada penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Seluruh elemen kampus, mulai dari pimpinan hingga tim akreditasi, dilibatkan agar proses penilaian berjalan maksimal dan sesuai standar nasional pendidikan tinggi.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan vokasi pertanian. Ia mendorong lahirnya generasi petani milenial yang kompeten, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Program pendidikan harus terintegrasi dengan kebutuhan industri, termasuk magang luar negeri dan kurikulum berbasis standar global,” ujarnya dalam berbagai kesempatan.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti menyebut pendidikan vokasi sebagai instrumen penting dalam menyiapkan generasi muda di sektor pertanian.

Menurutnya, lulusan Polbangtan tidak hanya diarahkan menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi agripreneur dan agen perubahan di lapangan. “Mereka harus mampu membawa inovasi dan teknologi langsung ke sektor pertanian,” jelasnya.

Penguatan SDM juga ditekankan oleh Muhammad Amin. Ia menilai, lembaga pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari BAN-PT, yakni Agus Setyo Muntohar. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pemetaan standar SPMI dengan instrumen akreditasi, penyusunan dokumen mutu, serta pengelolaan data dukung yang valid dan akuntabel.

Sementara itu, Plt. Direktur Polbangtan Gowa Sartika Juwita menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan proses refleksi menyeluruh terhadap kualitas institusi.

“Ini bukan hanya soal nilai, tapi bagaimana kita terus melakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.

Ia juga membuka ruang diskusi aktif dalam workshop, khususnya terkait penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) yang menjadi salah satu dokumen penting dalam proses reakreditasi.

Di sisi lain, Kepala Unit Penjaminan Mutu Abdul Azis menekankan bahwa implementasi SPMI harus dilakukan secara konsisten, bukan sekadar formalitas.

“Akreditasi unggul tidak bisa diraih secara instan. Ini hasil dari budaya mutu yang dibangun secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh program studi untuk aktif mengumpulkan bukti fisik atau evidence yang valid, sehingga dokumen yang disusun benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Workshop ini diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tim akreditasi institusi. Fokus utama kegiatan adalah menyelaraskan implementasi SPMI dengan instrumen akreditasi, agar setiap indikator penilaian dapat terpenuhi secara optimal.

Dengan langkah ini, Polbangtan Gowa optimistis mampu memperkuat sistem penjaminan mutu yang terintegrasi. Kesiapan tersebut menjadi modal penting untuk meraih akreditasi unggul sekaligus meningkatkan daya saing sebagai perguruan tinggi vokasi pertanian di Indonesia.

Reporter : Muzakir
Sumber : Polbangtan Gowa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018