Sunday, 08 November 2026


Penyuluh Kini ASN Kementan, Kabadan PPSDMP: Pendampingan Petani Harus Makin Maksimal!

22 May 2026, 15:29 WIBEditor : Gesha

Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti menegaskan penyuluh ASN harus memperkuat pendampingan petani demi percepatan swasembada pangan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi – Kepala BPPSDMP Kementan Idha Widi Arsanti menegaskan penyuluh ASN harus memperkuat pendampingan petani demi percepatan swasembada pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menegaskan peran penyuluh pertanian harus semakin maksimal setelah resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian.

Hal itu disampaikan Arsanti saat Gerakan Tanam Serempak 50 ribu hektare pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) 2024-2025 dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 yang dipusatkan di Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026).

Menurut Arsanti, penyuluh menjadi ujung tombak keberhasilan program swasembada pangan nasional karena berperan langsung mendampingi petani di lapangan.

“Penyuluh harus memastikan tanam berjalan tepat waktu dan sesuai rekomendasi. Ini bukan sekadar tanam, tapi memastikan produksi benar-benar terjaga,” ujar Arsanti.

Ia mengatakan, saat ini penyuluh pertanian telah resmi menjadi ASN Kementerian Pertanian sesuai arahan pemerintah pusat untuk memperkuat koordinasi dan percepatan program swasembada pangan nasional.

“Penyuluh memang ditarik ke pusat di Kementerian Pertanian. Ini untuk mendukung swasembada pangan yang harus ditembak dari banyak sisi, tidak hanya produksi tetapi juga pendampingannya,” katanya.

Arsanti menyebut, penyuluh kini tidak hanya bertugas mendampingi petani saat tanam, tetapi juga memastikan pelaporan, dokumentasi, hingga pengawalan program berjalan optimal.

Menurutnya, penyuluh merupakan pihak yang paling memahami kondisi petani dan wilayah di lapangan.

“Rekan-rekan penyuluh inilah yang paling paham kondisi di lapangan, paling paham bagaimana kondisi petaninya dan bagaimana memberdayakan Brigade Pangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Arsanti juga meminta penyuluh terus aktif mendampingi percepatan tanam di lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat agar target indeks pertanaman (IP) bisa meningkat menuju IP200 hingga IP300.

Ia menegaskan lahan yang sudah selesai dikonstruksi tidak boleh dibiarkan menganggur dan harus segera ditanami.

“Kita tidak boleh berhenti bergerak. Lahan Oplah yang sudah selesai dikonstruksi harus segera ditanami agar pertanaman lebih intensif,” katanya.

Selain itu, Arsanti mengingatkan potensi ancaman El Nino yang dapat berdampak terhadap produksi pangan nasional. Karena itu, penyuluh diminta aktif mengusulkan pompa air dan irigasi perpompaan untuk mengantisipasi kekeringan.

“Rekan-rekan penyuluh harus segera berkoordinasi di lapangan agar kebutuhan air petani tetap tersedia,” katanya.

Tak hanya itu, Arsanti juga meminta penyuluh mempercepat proses CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) untuk mendukung berbagai program bantuan pertanian.

Menurutnya, pendataan dan administrasi harus berjalan optimal agar program pemerintah bisa segera dirasakan petani.

Dalam kesempatan tersebut, Arsanti turut mengungkapkan sejumlah capaian sektor pertanian nasional yang disebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Di antaranya stok gabah nasional di Perum Bulog yang telah mencapai lebih dari 5,3 juta ton dan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125.

Selain itu, harga gabah kering panen (GKP) disebut stabil di atas Rp6.500 per kilogram bahkan di sejumlah daerah mencapai Rp7.000 per kilogram.

“Harga gabah sekarang stabil dan ini memberikan kesejahteraan bagi petani,” ujarnya.

Arsanti optimistis sinergi antara penyuluh, petani, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika geopolitik global.

“Kalau ketahanan pangan kita terjaga, maka Indonesia akan tetap aman dan stabil,” katanya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018