Sunday, 08 November 2026


Jangan Cuma Jadi Karya Ilmiah, Dosen dan PLP Dibekali Polbangtan Gowa Daftarkan Paten

24 Jun 2026, 19:19 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Gowa membekali dosen dan PLP menyusun draft paten agar hasil riset tak berhenti sebagai karya ilmiah, tapi terlindungi dan siap dihilirisasi.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa – Polbangtan Gowa membekali dosen dan PLP menyusun draft paten agar hasil riset tak berhenti sebagai karya ilmiah, tapi terlindungi dan siap dihilirisasi.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa memperkuat komitmennya dalam melindungi hasil riset dan inovasi kampus agar tidak berhenti sebatas karya ilmiah. 

Upaya itu dilakukan melalui Workshop Penyusunan dan Penulisan Draft Paten yang digelar Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Polbangtan Gowa di Ruang Rapat Kampus I, Senin (22/6/2026).

Workshop ini diikuti 25 peserta secara luring, terdiri atas dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), serta sejumlah peserta lain yang bergabung secara daring. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Polbangtan Gowa dalam memperkuat budaya riset yang tak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mendorong perlindungan kekayaan intelektual dan hilirisasi hasil penelitian.

Kepala UPPM Polbangtan Gowa, Soraya Faradila, mengatakan paten merupakan instrumen penting untuk menjaga orisinalitas hasil penelitian sekaligus meningkatkan daya saing inovasi yang lahir dari lingkungan kampus. 

Karena itu, pemahaman dosen dan PLP mengenai penyusunan draft paten perlu terus diperkuat agar setiap temuan yang dihasilkan tidak berhenti dalam bentuk laporan atau publikasi ilmiah semata.

“Melalui workshop ini kami berharap peserta semakin memahami proses penyusunan draft paten secara sederhana, sistematis, dan sesuai ketentuan, sehingga setiap inovasi yang dihasilkan memperoleh perlindungan hukum serta memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Soraya saat membuka kegiatan.

Menurut dia, perlindungan terhadap kekayaan intelektual menjadi langkah strategis untuk memastikan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika memiliki nilai tambah dan peluang lebih besar untuk dikembangkan lebih lanjut. 

Dengan demikian, riset yang lahir dari kampus tidak hanya memberi kontribusi dalam dunia akademik, tetapi juga bisa diterapkan secara nyata untuk mendukung pembangunan pertanian.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. 

Ia menilai penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam bidang riset serta kekayaan intelektual merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.

Menurut Arsanti, hasil penelitian yang memperoleh perlindungan paten akan memiliki nilai tambah, daya saing, dan peluang lebih besar untuk dikembangkan bersama dunia usaha maupun industri. 

Karena itu, ia berharap semakin banyak inovasi dari sivitas akademika Polbangtan yang tidak hanya selesai di meja penelitian, tetapi juga bisa masuk ke tahap pengembangan dan pemanfaatan yang lebih luas.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa inovasi merupakan kunci utama dalam mewujudkan pertanian yang maju, modern, dan mampu menjawab berbagai tantangan global. 

Menurutnya, hasil penelitian yang lahir dari lembaga pendidikan vokasi harus terus didorong agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah, melainkan dapat dihilirisasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta sektor pertanian nasional.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, workshop ini menghadirkan I Ketut Mudite Adnyane, Majelis Pengawas Konsultan Kekayaan Intelektual sekaligus Asisten Direktur Inovasi IPB, sebagai narasumber. 

Dalam pemaparannya, ia membekali peserta dengan strategi penyusunan draft paten, teknik penulisan klaim yang kuat, hingga tahapan pengajuan paten agar hasil penelitian tetap memiliki unsur kebaruan dan berpeluang dikomersialisasikan.

Tak hanya menyajikan materi teoritis, kegiatan ini juga mendorong peserta memahami pentingnya perlindungan kekayaan intelektual sejak awal proses penelitian. 

Langkah tersebut dinilai krusial agar inovasi yang dihasilkan memiliki kepastian hukum, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.

Melalui workshop ini, Polbangtan Gowa menargetkan lahirnya lebih banyak draft paten dari dosen dan PLP. 

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan kampus, mempercepat hilirisasi hasil riset, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan teknologi dan inovasi yang mendukung kemajuan sektor pertanian nasional.

Dengan penguatan kapasitas ini, Polbangtan Gowa ingin memastikan setiap inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya tersimpan sebagai dokumen akademik, tetapi juga terlindungi, bernilai tambah, dan siap memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018