Wednesday, 21 October 2026


Polbangtan Bogor Buktikan Diri sebagai Kampus JAWARA, Cetak Lulusan Unggulan Kualitas Internasional

26 Jun 2026, 18:02 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Bogor membuktikan diri sebagai Kampus JAWARA dengan akreditasi unggulan, sertifikasi internasional, dan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja global.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Polbangtan Bogor membuktikan diri sebagai Kampus JAWARA dengan akreditasi unggulan, sertifikasi internasional, dan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja global.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus menunjukkan transformasinya sebagai perguruan tinggi vokasi pertanian unggulan di Indonesia.

Mengusung semangat Kampus JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel), Polbangtan Bogor tidak hanya memperkuat kualitas akademik melalui peningkatan akreditasi, tetapi juga mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dalam membangun kampus yang profesional, modern, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

"Saat ini Polbangtan Bogor telah memiliki tiga standar mutu bertaraf internasional yang menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ini menjadi pijakan kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian," ujar Yoyon.

Transformasi tersebut turut ditandai dengan pengakuan terhadap nilai sejarah kampus. Gedung Rektorat Polbangtan Bogor resmi ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya Kota Bogor. 

Penetapan itu menjadi pengakuan atas perjalanan panjang lembaga pendidikan pertanian yang telah melahirkan banyak sumber daya manusia pertanian sejak masih bernama Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP).

"Ini bukan sekadar bangunan tua, tetapi simbol sejarah panjang pendidikan pertanian di Indonesia yang harus terus dijaga sekaligus dikembangkan," katanya.

Dari sisi akademik, Polbangtan Bogor terus memperkuat mutu program studi.

Saat ini kampus memiliki lima program studi, yakni D4 Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, D4 Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, D4 Agribisnis Hortikultura, D3 Kesehatan Hewan, serta D3 Teknologi Mekanisasi Pertanian.

Capaian akreditasi pun terus meningkat, salah satunya Program Studi D3 Kesehatan Hewan resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). 

Sementara Program Studi D3 Teknologi Mekanisasi Pertanian dan dua program sarjana terapan, yakni Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan serta Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, telah berstatus Baik Sekali.

Menurut Yoyon, peningkatan akreditasi menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing lulusan.

"Kami juga sedang mendorong peningkatan akreditasi institusi maupun program studi lainnya agar semakin banyak yang memperoleh predikat unggul," ujarnya.

Tak hanya itu, Polbangtan Bogor kini tengah mempersiapkan pembukaan Program Magister Terapan Penyuluhan Pertanian sebagai bagian dari pengembangan pendidikan vokasi berjenjang di bawah Kementerian Pertanian.

"Saat ini naskah akademik sedang kami finalisasi sesuai arahan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian. Harapan kami, proses pengajuan ke Kementerian Pendidikan Tinggi dapat segera selesai sehingga penerimaan mahasiswa magister terapan bisa dibuka secepatnya," kata Yoyon.

Di bidang tata kelola, Polbangtan Bogor juga kembali mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025. 

Selain itu, hampir seluruh tenaga honorer yang telah lama mengabdi berhasil diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sehingga memberikan kepastian status kepegawaian bagi para pegawai.

Yoyon menegaskan seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari upaya membangun institusi yang semakin kuat dan berkelanjutan.

"Kami ingin menjadikan seluruh keberhasilan ini sebagai fondasi untuk mencapai prestasi yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang," ujarnya.

Keunggulan Polbangtan Bogor juga tercermin dari kualitas lulusannya.

Menjelang wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli mendatang, sebanyak 25 calon wisudawan telah mendapatkan komitmen rekrutmen dari perusahaan di Jepang, bahkan sebelum resmi diwisuda.

"Ini menjadi bukti bahwa lulusan Polbangtan Bogor mampu bersaing di pasar kerja global. Dunia industri sudah melihat kualitas kompetensi yang dimiliki mahasiswa kami," kata Yoyon.

Ia menjelaskan, kampus terus mendorong mahasiswa memiliki lebih dari sekadar ijazah.

Setiap mahasiswa dibekali berbagai sertifikasi kompetensi dan microcredential sehingga memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja.

"Target kami, lulusan Polbangtan Bogor tidak hanya memiliki satu sertifikasi, tetapi beberapa sertifikasi sesuai kebutuhan industri sehingga daya saingnya semakin tinggi," ujarnya.

Model pembelajaran di Polbangtan Bogor juga mengedepankan praktik. 

Sebanyak 70 persen proses pembelajaran dilakukan melalui praktik lapangan dan 30 persen teori, sehingga mahasiswa terbiasa menghadapi persoalan nyata di sektor pertanian modern.

Mahasiswa diterjunkan ke berbagai daerah, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Jambi untuk mendampingi petani, mengembangkan inovasi mekanisasi pertanian, dan menyelesaikan persoalan riil di lapangan.

"Banyak inovasi mahasiswa yang langsung dimanfaatkan masyarakat. Bahkan ada mahasiswa yang diminta tetap mendampingi daerah karena hasil kerjanya dinilai sangat baik," ungkap Yoyon.

Ia berharap semangat Kampus JAWARA terus menjadi karakter seluruh sivitas akademika maupun alumni Polbangtan Bogor.

"Kami ingin lulusan Polbangtan Bogor tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter JAWARA, berintegritas, profesional, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian Indonesia hingga tingkat global," tutupnya.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018