Tuesday, 18 August 2026


Dies Natalis Polbangtan Bogor: 8 Tahun Cetak Petani Muda, Kini Jadi Motor Swasembada Pangan Nasional

30 Jun 2026, 13:31 WIBEditor : Gesha

Polbangtan Bogor genap 8 tahun mencetak petani muda unggul, memperkuat inovasi dan SDM sebagai motor swasembada pangan nasional berkelanjutan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Polbangtan Bogor genap 8 tahun mencetak petani muda unggul, memperkuat inovasi dan SDM sebagai motor swasembada pangan nasional berkelanjutan.

Delapan tahun perjalanan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menjadi bukti semakin besarnya peran pendidikan vokasi dalam mencetak generasi petani muda sekaligus memperkuat program swasembada pangan nasional. 

Momentum tersebut ditegaskan melalui Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-8 Polbangtan Bogor yang mengusung tema "Sewindu Berkarya: Mengembangkan Inovasi dan Menguatkan Regenerasi Petani dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan".

Sidang terbuka yang berlangsung di Aula Polbangtan Bogor dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin, jajaran senat, sivitas akademika, pemerintah daerah, mitra dunia usaha dan industri, perguruan tinggi, alumni, serta para pemangku kepentingan sektor pertanian.

Dalam momentum tersebut, Polbangtan Bogor menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia pertanian yang profesional, adaptif, dan menguasai teknologi sebagai fondasi menuju pertanian modern Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menggerakkan sektor pertanian.

"Transformasi pertanian memerlukan generasi muda yang inovatif, menguasai teknologi, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Perguruan tinggi vokasi pertanian harus menjadi motor penggerak lahirnya petani milenial dan SDM pertanian yang mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional," ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta pertanian yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian yang semakin dinamis.

Menurutnya, penguatan kompetensi, karakter, dan penguasaan teknologi harus terus menjadi fokus agar lulusan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian nasional.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan Dies Natalis ke-8 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen institusi dalam mencetak petani muda yang inovatif dan berdaya saing.

"Delapan tahun perjalanan Polbangtan Bogor merupakan perjalanan penuh pembelajaran dan inovasi. Kami terus berkomitmen melahirkan generasi petani muda yang mampu menjadi motor pembangunan pertanian Indonesia," ujarnya.

Selama satu tahun terakhir, Polbangtan Bogor mencatat sejumlah capaian penting. Dalam tata kelola kelembagaan, kampus ini berhasil meraih tiga sertifikasi sistem manajemen internasional, yaitu SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan, SNI ISO 21001:2018 tentang Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan, serta SNI ISO 9001:2015 mengenai Sistem Manajemen Mutu. 

Ketiga sertifikasi tersebut memperkuat komitmen institusi dalam menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Prestasi lainnya adalah ditetapkannya Gedung Rektorat Polbangtan Bogor sebagai Cagar Budaya Kota Bogor, sebagai pengakuan atas nilai sejarah dan kontribusinya terhadap perkembangan pendidikan di Kota Bogor.

Di bidang akademik, Program Studi Diploma III Teknologi Mekanisasi Pertanian berhasil meraih akreditasi "Baik Sekali", sementara Program Studi Diploma III Kesehatan Hewan memperoleh predikat "Unggul". 

Polbangtan Bogor juga tengah menjalani proses Akreditasi Perguruan Tinggi serta menyiapkan akreditasi sejumlah program studi lainnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, mengapresiasi berbagai capaian tersebut. 

Menurutnya, budaya mutu yang terus dibangun Polbangtan Bogor menunjukkan pendidikan vokasi pertanian semakin siap menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan pertanian nasional.

Tak hanya memperkuat kelembagaan, Polbangtan Bogor juga menunjukkan kualitas lulusannya. 

Pada 2025, sebanyak 201 mahasiswa berhasil lulus dengan tingkat kelulusan tepat waktu mencapai 99 persen dan rata-rata IPK 3,56. Sebanyak 80 persen lulusan telah terserap di dunia kerja.

Di bidang sertifikasi kompetensi, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Polbangtan Bogor telah mengembangkan 10 skema sertifikasi dengan dukungan 12 asesor. 

Hingga 2026, sebanyak 1.639 alumni telah memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja.

Prestasi mahasiswa pun terus meningkat. Sekitar 75 mahasiswa berhasil meraih penghargaan tingkat nasional di bidang kewirausahaan, penalaran, teknologi terapan, sosial, hingga olahraga.

Kontribusi Polbangtan Bogor juga semakin nyata dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian. 

Kampus ini dipercaya menjadi penanggung jawab percepatan swasembada pangan di Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Muaro Jambi, sekaligus menjadi penanggung jawab Brigade Pangan Provinsi Jambi. 

Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi dosen dan mahasiswa dalam mendampingi petani meningkatkan produksi pangan.

Rangkaian Dies Natalis turut diisi orasi ilmiah oleh Dr. Neni Musyarofah, S.P., M.Si., yang menyoroti pentingnya inovasi dan pendidikan vokasi sebagai fondasi pembangunan pertanian masa depan.

Sebagai penutup, sivitas akademika melaksanakan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan delapan tahun Polbangtan Bogor. 

Momentum ini diharapkan menjadi energi baru untuk terus memperkuat inovasi, memperluas kolaborasi, serta mencetak petani muda yang profesional, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak swasembada pangan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Reporter : Wsd
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018