Saturday, 05 September 2026


Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI 2026: 1.532 Lulusan Siap Gerakkan Swasembada Pangan

13 Aug 2026, 10:45 WIBEditor : Gesha

Sebanyak 1.532 lulusan pendidikan vokasi pertanian dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) resmi dikukuhkan dalam Wisuda Nasional Tahun Akademik 2025/2026.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Sebanyak 1.532 lulusan pendidikan vokasi pertanian dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) resmi dikukuhkan dalam Wisuda Nasional Tahun Akademik 2025/2026.

Wisuda Nasional 2026 tersebut menjadi momentum bagi Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu berkontribusi langsung dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Wisuda diawali dengan Sidang Senat Akademik yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi. 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan laporan pelaksanaan wisuda.

Tahun ini, 1.532 lulusan tersebut berasal dari 27 program studi yang tersebar di enam Polbangtan dan PEPI. Rinciannya, 311 lulusan berasal dari Polbangtan Yogyakarta-Magelang (Yoma), 281 lulusan Polbangtan Bogor, 268 lulusan Polbangtan Gowa, 247 lulusan Polbangtan Malang, 185 lulusan Polbangtan Medan, 114 lulusan Polbangtan Manokwari, serta 126 lulusan PEPI.

Di antara para wisudawan juga terdapat mahasiswa asal Republik Demokratik Timor-Leste. 

Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bagian dari kontribusi pendidikan vokasi pertanian Kementan dalam meningkatkan kapasitas SDM pertanian sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara sahabat.

Selain itu, sebanyak tujuh lulusan terbaik ditetapkan dari masing-masing program studi pada Polbangtan dan PEPI.

Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI 2026 mengusung tema “Lulusan Vokasi Pertanian Menggerakkan Swasembada Pangan Berkelanjutan melalui Inovasi, Hilirisasi, dan Modernisasi Pertanian.”

Tema tersebut menegaskan arah pendidikan vokasi pertanian yang tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi teknis, tetapi juga mampu menjadi penggerak inovasi, teknologi, peningkatan nilai tambah dan modernisasi pertanian.

Idha mengatakan, lulusan pendidikan vokasi pertanian Kementan diarahkan menjadi SDM yang kompeten, profesional, berkarakter, adaptif terhadap teknologi dan digitalisasi, serta memiliki jiwa kewirausahaan dan kepemimpinan.

Dengan bekal tersebut, lulusan tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja atau job seeker, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja atau job creator sekaligus penggerak pembangunan pertanian.

“Lulusan yang dikukuhkan diharapkan menjadi kekuatan baru SDM pertanian Indonesia,” kata Idha dalam laporan wisudanya.

Para lulusan diharapkan dapat mengambil peran sebagai pengelola dan pendamping Brigade Pangan, agripreneur, tenaga profesional di dunia usaha dan dunia industri, pendamping petani, tenaga teknis hingga aparatur di bidang pertanian.

Daya saing lulusan pendidikan vokasi pertanian juga telah terlihat dari kiprah mereka di dunia kerja. 

Sebanyak 50 lulusan telah diterima bekerja di industri di Jepang.

Dari jumlah tersebut, 25 lulusan berasal dari Polbangtan Bogor dan 25 lainnya merupakan lulusan Polbangtan Yogyakarta-Magelang.

Selain bekerja di luar negeri, sejumlah alumni Polbangtan dan PEPI juga telah terlibat dalam pengelolaan Brigade Pangan di sejumlah lokasi OPLAH dan CSR.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian tidak hanya memiliki peluang untuk masuk ke dunia industri, tetapi juga dapat terjun langsung dalam program strategis pembangunan pertanian.

Melalui kompetensi yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu mengembangkan usaha pertanian, meningkatkan nilai tambah produk, serta membantu petani menerapkan teknologi dan sistem pertanian modern.

Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI 2026 turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan kementerian/lembaga, perwakilan pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha dan dunia industri, hingga mitra strategis lainnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi pertanian dengan kebutuhan pembangunan sektor pertanian di lapangan.

Idha juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman atas dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi dan SDM pertanian. 

Apresiasi turut diberikan kepada orang tua, keluarga wisudawan, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan serta seluruh sivitas akademika Polbangtan dan PEPI.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Idha mengingatkan bahwa wisuda bukan menjadi akhir dari proses belajar. 

Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensinya di tengah masyarakat.

Para lulusan juga didorong untuk menjaga integritas, terus berinovasi, berani berwirausaha, menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan 1.532 lulusan baru yang dibekali kompetensi vokasi, teknologi, kewirausahaan dan kepemimpinan, pendidikan Polbangtan dan PEPI diharapkan semakin memperkuat ketersediaan SDM pertanian yang mampu menjawab tantangan sekaligus menjadi penggerak swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018