
Sinar Tani dari masa ke masa
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Usia 56 tahun bagi sebuah media bukanlah muda lagi. Begitu juga dengan Tabloid Sinar Tani yang lahir pada 29 Agustus 1970 telah melalui perjalanan naik turun dalam menemani penyuluh pertanian dan petani di pelosok Tanah Air.
Media massa di Indonesia telah melalui perjalanan panjang dan penuh dinamika. Dari cetak, radio, televisi, hingga media digital, setiap eranya mencerminkan perubahan sosial, politik, dan budaya bangsa. Setelah kemerdekaan, surat kabar menjadi wadah aspirasi rakyat dan alat untuk membangun semangat nasionalisme.
Begitu juga dengan Tabloid Sinar Tani. Berdiri pada 29 Agustus 1970, tabloid ini telah melalui perjalanan panjang selama 56 tahun menemani penyuluh dan petani. Menengok kehadiran Tabloid Sinar Tani menjadi bagian media nasional memang tidak lepas dari kebijakan Kementerian Pertanian yang mengangkat penyuluh pertanian lapangan (PPL) pada tahun 1970.
Saat itu, Menteri Pertanian, Toyib Hadiwijaya menyadari pada awal REPELITA I, kondisi aparat pertanian, baik kualitas dan kuantitas masih sangat kurang, baik pengetahuan dan teknologi pertanian masih terbatas. Begitu juga kelembagaan petani-nelayan belum terbentuk dan penyuluhan belum berkembang.
Dalam rangka Improvement and Strengthening of Agricultureal Extension Activities pada tahun 1970, Menteri Pertanian kemudian mengangkat secara besar-besaran PPL yang berperan sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Bersamaan dengan itu diterbitkan surat kabar Sinar Jaya (Sinar Tani,red) sebagai bahan informasi bagi PPL.
Pimpinan Departemen Pertanian (kini Kementerian Pertanian) melihat pentingnya media massa khusus pertanian menjadi bahan bacaan dan media informasi untuk penyuluh pertanian. Akhirnya pada 29 Agustus 1970, pemerintah menerbitkan surat kabar “SINAR DJAJA” dengan format ukuran koran. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun Sinar Tani. Namun pada 2 April 1986 nama “SINAR DJAJA” berganti menjadi “SINAR TANI”.
Melihat perjalanan sejarah tersebut, Penyuluh Pertanian dan Sinar Tani merupakan dua serangkai utuh, karena lahir bersamaan. Artinya, Tabloid Sinar Tani dan penyuluh pertanian saling mendukung dan mengisi. Sebagai media pemerintah, informasi dari Sinar Tani menjadi bekal bagi penyuluh pertanian. Bahkan Sinar Tani menjadi poros atau sumbu penghubung antara aparat (kebijakan), peneliti (teknologi/inovasi), PPL dan petani.
Setidaknya sebagai media khusus pertanian ada dua tugas utama Sinar Tani. Pertama, memperkuat dan memperlancar arus informasi hasil-hasil penelitian pertanian, berupa teknologi baru sampai ke konsumen yaitu petanimelalui penyuluh pertanian. Kedua, menyampaikan berbagai informasi mengenai kebijakan pemerintah kepada penyuluh untuk disampaikan ke petani.
Sejalan dengan itu, Tabloid Sinar Tani menjadi penyedia bahan informasi mengenai petunjuk intensifikasi dan kebijakan pembangunan pertanian. Bahan informasi tersebut untuk mendukung tugas sekaligus mengasah kemampuan penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di pedesaan
Karena itulah 29 Agustus menjadi momen bersejarah bagi Tabloid Sinar Tani. Pada tahun ini, tanpa terasa tabloid yang lahir dari rahim Kementerian Pertanian ini telah berusia 56 tahun. Selama itu juga, Sinar Tani setia menemani penyuluh dan petani di seluruh nusantara.
Transformasi Sinar Tani
Sebagai sebuah media massa, usia melewati setengah abad tersebut, Tabloid Sinar Tani telah melalui pasang surut. Apalagi kini banyak media cetak yang terpasang undur diri menemani pembaca setia karena tertekan dengan media digital (online).
Keberadaan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram yang masuk menjadi platform penyebaran informasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi Tabloid Sinar Tani. Meskipun informasi media sosial kadang juga dipertanyakan karena kerap infromasinya hoaks dan disinformasi.
Meski media digital kini mulai mengambil alih peran media cetak dan berbagai portal berita tumbuh bagaikan jamur di musim hujan, Tabloid Sinar Tani tetap hadir menemani penyuluh pertanian dan petani. Di tengah gempuran media digital, Tabloid Sinar Tani yang awal penerbitannya masih berbentuk Surat Kabar Mingguan (SKM) kini terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
Bukan hanya terbit dalam bentuk cetak, Tabloid Sunar Tani juga hadir menemani pembaca dalam bentuk online (www.tabloidsinartani.com). Kehadiran Tabloid Sinar Tani online ini diharapkan memberikan nuansa berbeda bagi pembaca dan pelanggan Sinar Tani yang ingin mengetahui informasi dunia pertanian lebih cepat.
Salah satu upaya mengantisipasi perkembangan media massa yang terus berubah dengan era digital, Tabloid Sinar Tani pun menghadirkan edisi e-Paper. Pengembangan Tabloid Sinar Tani e-Paper merupakan pengembangan Tabloid Sinar Tani cetak yang kadang dalam proses distribusi ke daerah terkendala waktu.
Di era digital, Tabloid Sinar Tani juga berupaya mengembangkan informasi melalui media sosial. Dari mulai Facebook tabloidsinartani, twitter, Tiktok, telegram dan Instagram. Bahkan Tabloid Sinar Tani juga telah tergabung dalam 57 WA group. Sinar Tani juga hadir dalam Youtube SINTATV.
Transformasi Tabloid Sinar Tani, baik membangun portal berita online, media sosial dan SINTATV menjadi salah satu upaya terus mempererat hubungan Sinar Tani dengan penyuluh pertanian dan petani di daerah. Harapannya, Tabloid Sinar Tani tetap menjadi bacaan utama dan sumber informasi pertanian terpercaya bagi penyuluh pertanian, petani dan stakeholder pertanian.