Kamis, 22 Januari 2026


Penyuluh Bekasi Ubah Pola Pikir Petani ke Pertanian Modern Nasional

05 Jan 2026, 13:45 WIBEditor : Gesha

Dedikasi penyuluh pertanian di Bekasi perlahan mengubah cara pandang petani. Dari sekadar tanam tradisional, kini mereka berani melangkah ke pertanian modern berbasis teknologi dan efisiensi.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bekasi -- Dedikasi penyuluh pertanian di Bekasi perlahan mengubah cara pandang petani. Dari sekadar tanam tradisional, kini mereka berani melangkah ke pertanian modern berbasis teknologi dan efisiensi.

Peran penyuluh pertanian kembali menunjukkan dampak nyatanya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Melalui pendampingan intensif dan nyaris tanpa mengenal hari libur, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Ahmad Rohili dan Endah Lestari berhasil mendorong petani bertransformasi menuju pertanian modern yang berbasis teknologi dan berdaya saing nasional.

Dedikasi keduanya menjadi sorotan setelah diunggah melalui akun resmi media sosial Kementerian Pertanian (Kementan).

Dalam unggahan tersebut, Ahmad Rohili dan Endah Lestari digambarkan bukan hanya sebagai pendamping teknis, tetapi juga agen perubahan yang perlahan menggeser pola pikir petani dari cara konvensional ke sistem pertanian modern.

Ahmad Rohili mengungkapkan, pendekatan yang dilakukan tidak sebatas teori.

Ia bahkan menyiapkan lahan garapan khusus sebagai tempat uji coba teknologi pertanian agar petani bisa melihat hasilnya secara langsung.

“Selain lahan produksi, saya juga punya lahan uji coba. Dari situ petani bisa melihat sendiri manfaat teknologi yang diterapkan,” ujar Rohili, dikutip dari unggahan Kementan.

Hasil dari pendampingan berkelanjutan tersebut mulai terlihat jelas.

Petani binaan di Kabupaten Bekasi kini telah memanfaatkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti traktor roda empat (TR4), transplanter, combine harvester, hingga drone pertanian.

Pemanfaatan teknologi ini mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300, dengan produktivitas panen mencapai 7–9 ton per hektare.

Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, penyuluh pertanian Bekasi juga menanamkan kesadaran pentingnya regenerasi petani. Edukasi dilakukan secara bertahap agar petani dapat menerima teknologi tanpa rasa canggung.

“Pelan-pelan kami beri pemahaman bahwa regenerasi petani harus jalan dan teknologi perlu dipahami. Alhamdulillah, petani binaan mulai menerima,” kata Rohili.

Di balik capaian tersebut, tantangan tak bisa dihindari. Waktu kerja yang panjang menjadi konsekuensi yang harus diterima para penyuluh. Akhir pekan kerap dihabiskan di sawah bersama petani, mendampingi dari tanam hingga panen.

“Kadang badan sudah sangat lelah. Sabtu dan Minggu pun sering tidak libur, karena bersama petani itu tidak mengenal hari libur,” ungkap Endah Lestari.

Menurutnya, keberhasilan penyuluhan sangat ditentukan oleh kedekatan emosional dengan petani. Membangun kepercayaan tidak cukup hanya dengan materi pelatihan, tetapi juga melalui kebersamaan di lapangan.

“Kalau penyuluh belum bisa makan di dapurnya petani, berarti belum masuk ke hati petani. Menjadi penyuluh itu hadiahnya silaturahmi,” ujarnya.

Transformasi pertanian di Kabupaten Bekasi menjadi bukti bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam modernisasi pertanian nasional.

Di balik meningkatnya produktivitas dan adopsi teknologi, terdapat kerja senyap para penyuluh yang terus menyemai ilmu, semangat, dan harapan bagi petani Indonesia.

Di tengah tantangan sektor pertanian yang terus berkembang, kisah penyuluh Bekasi ini menegaskan, perubahan besar di tingkat nasional kerap bermula dari langkah-langkah kecil di sawah, dilakukan dengan konsisten, kesabaran, dan pengabdian tanpa henti.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018