Sunday, 18 October 2026


Ketua Perhiptani Sumut Dorong Penyuluh Jadi Penggerak Pertanian Daerah

24 Sep 2026, 10:06 WIBEditor : Herman Pratikno

Ketua Perhiptani Provinsi Sumatera Utara, Dr. Drs. Arifai Tambunan, MM bersama DPD Perhiptani Kota Padangsidimpuan

TABLOIDSINARTANI.COM, PADANGSIDIMPUAN --- Pelantikan pengurus DPD Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kota Padangsidimpuan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran penyuluh dalam mendorong kemajuan pertanian daerah.

Penyuluh tidak hanya dituntut mendampingi petani, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi, menjawab persoalan di lapangan, serta menjadi penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan nyata petani.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Perhiptani Provinsi Sumatera Utara, Dr. Drs. Arifai Tambunan, MM, yang juga anggota DPRD Sumatera Utara Komisi B dari Fraksi Gerindra, saat menghadiri pelantikan DPD Perhiptani Kota Padangsidimpuan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di Hotel Natama, Senin (14/9).

Menurut Arifai, keberadaan penyuluh sangat penting dalam memperkuat pembangunan pertanian di daerah. Penyuluh menjadi salah satu ujung tombak yang berhadapan langsung dengan petani sehingga memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan dan penerapan inovasi pertanian.

"Harapan kita, penyuluh semakin mampu memberikan inovasi kepada petani. Jangan hanya menyampaikan program, tetapi bagaimana program itu benar-benar bisa diterapkan dan memberikan manfaat bagi petani," ujar Arifai.

Ia menilai, tantangan pembangunan pertanian ke depan semakin kompleks. Karena itu, penyuluh perlu terus meningkatkan kapasitas dan mampu mengikuti perkembangan teknologi, inovasi budidaya, hingga kebutuhan pasar.

Peran tersebut juga semakin penting seiring dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Salah satu target yang masih terus dikejar adalah peningkatan produksi daging sapi untuk mencapai swasembada dalam tiga hingga lima tahun mendatang, atau sekitar 2029-2031.

Menurut Arifai, target tersebut tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan pemerintah pusat. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, penyuluh, petani, peternak, serta seluruh pemangku kepentingan.

"Semua harus bergerak bersama. Pemerintah daerah, dinas pertanian, penyuluh dan masyarakat pertanian harus saling bersinergi," katanya.

Karena itu, Arifai berharap Perhiptani Kota Padangsidimpuan dapat menjadi wadah yang memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarpenyuluh sekaligus mendorong lahirnya program yang benar-benar menjawab kebutuhan pertanian daerah.

Senada dengan itu, Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. Letnan Dalimunthe, menekankan pentingnya sinergi antara Perhiptani, Dinas Pertanian, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

Menurutnya, pembangunan pertanian membutuhkan kerja bersama agar berbagai program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi petani dan masyarakat.

"Perhiptani harus terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Dinas Pertanian, Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan," kata Letnan.

Sementara itu, Ketua DPD Perhiptani Kota Padangsidimpuan, Purnadi, SE, berharap hasil Rakerda tidak hanya menjadi rumusan program kerja, tetapi dapat diwujudkan secara bersama-sama hingga masa kepengurusan berakhir pada 2029.

Purnadi menegaskan, dirinya tidak dapat menjalankan seluruh program seorang diri. Karena itu, kepemimpinan kolegial dan keterlibatan seluruh anggota menjadi hal penting untuk menggerakkan organisasi.

"Saya tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus kita lakukan secara bersama-sama dalam kepemimpinan yang kolegial," ujar Purnadi.

Ia berharap Perhiptani dapat semakin hadir di tengah petani dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan pertanian Kota Padangsidimpuan.

Pelantikan dan Rakerda DPD Perhiptani Kota Padangsidimpuan tersebut dihadiri Ketua DPRD, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, penyuluh pertanian, serta undangan lainnya.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Perhiptani diharapkan tidak sekadar menjadi wadah organisasi profesi, tetapi mampu menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas penyuluh dan inovasi pertanian untuk menjawab tantangan pembangunan pertanian di daerah.

Reporter : Istansu
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018