Tuesday, 20 October 2026


World Rabies Day, Polbangtan Bogor Ungkap Pentingnya Vaksinasi dan Sterilisasi Hewan

30 Sep 2026, 09:49 WIBEditor : Gesha

World Rabies Day jadi momentum Polbangtan Bogor mengungkap pentingnya vaksinasi dan sterilisasi hewan demi kesehatan masyarakat.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – World Rabies Day jadi momentum Polbangtan Bogor mengungkap pentingnya vaksinasi dan sterilisasi hewan demi kesehatan masyarakat.

Jangan anggap sepele vaksinasi dan sterilisasi hewan peliharaan. Dua langkah ini ternyata bukan hanya berkaitan dengan kesehatan dan populasi hewan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencegah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan World Rabies Day 2026 yang digelar Jurusan Peternakan, Program Studi Kesehatan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.

Memperingati Hari Rabies Sedunia yang jatuh setiap 28 September, Polbangtan Bogor menggelar bakti sosial melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa sterilisasi hewan dan vaksinasi rabies.

Kegiatan berlangsung pada 28–30 September 2026 melalui kolaborasi Polbangtan Bogor dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat II serta Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor.

Pada hari pertama pelaksanaan, tim berhasil melakukan sterilisasi terhadap 13 ekor kucing, terdiri dari delapan ekor betina dan lima ekor jantan.

Tak hanya kucing, layanan vaksinasi rabies juga diberikan kepada sejumlah hewan, termasuk kucing, anjing, berang-berang, dan musang.

Kegiatan tersebut melibatkan dosen Program Studi Kesehatan Hewan, dokter hewan dari PDHI Jawa Barat II, pranata laboratorium pendidikan (PLP), mahasiswa Program Studi Kesehatan Hewan, serta anggota UKM Hewan Kesayangan dan Eksotik Polbangtan Bogor.

Vaksinasi rabies menjadi salah satu langkah pencegahan penting karena rabies merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Karena itu, kepedulian terhadap kesehatan hewan tidak hanya menyangkut kondisi hewan peliharaan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan manusia dan lingkungan di sekitarnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kesehatan hewan merupakan bagian penting dalam mendukung kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan.

“Kesehatan hewan tidak dapat dipisahkan dari kesehatan masyarakat. Karena itu, pencegahan penyakit harus menjadi perhatian bersama. Kita membutuhkan SDM pertanian yang kompeten dan mampu hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat,” ujar Amran.

Pesan tersebut sejalan dengan pelaksanaan kegiatan di Polbangtan Bogor yang menggabungkan pelayanan kesehatan hewan dengan edukasi kepada masyarakat.

Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemeliharaan hewan secara bertanggung jawab, pentingnya vaksinasi, pemeriksaan kesehatan hingga pengendalian populasi hewan.

Selain vaksinasi rabies, sterilisasi menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut.

Sterilisasi tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan hewan, tetapi juga menjadi salah satu pendekatan untuk membantu mengendalikan populasi hewan secara bertanggung jawab.

Dengan pengendalian populasi, pemilik hewan diharapkan dapat lebih mampu memberikan perawatan yang layak dan memastikan kebutuhan kesehatan hewan tetap terpenuhi.

Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto mengatakan World Rabies Day menjadi momentum bagi perguruan tinggi vokasi untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin kegiatan pendidikan di Polbangtan Bogor tidak berhenti di dalam kampus. Mahasiswa harus hadir, belajar, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan sterilisasi dan vaksinasi rabies ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa Kesehatan Hewan,” ujar Yoyon.

Menurut Yoyon, menjaga kesehatan hewan bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter hewan maupun pemerintah.

Pemilik hewan dan masyarakat juga memiliki peran dalam memastikan hewan mendapatkan vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, sterilisasi, serta pemeliharaan yang bertanggung jawab.

“Menjaga kesehatan hewan bukan hanya tanggung jawab dokter hewan atau pemerintah, tetapi juga pemilik dan seluruh masyarakat. Vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, sterilisasi, serta pengendalian populasi hewan secara bertanggung jawab merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Kesehatan Hewan.

Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis dalam pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga belajar berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi pertanian dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin menilai bakti sosial kesehatan hewan merupakan bentuk implementasi pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Kolaborasi Polbangtan Bogor, PDHI Jawa Barat II, dan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor juga memperlihatkan pentingnya sinergi lintas institusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Kegiatan sterilisasi dan vaksinasi rabies tersebut berlangsung hingga 30 September 2026.

Melalui momentum World Rabies Day, Polbangtan Bogor mengingatkan bahwa pencegahan penyakit tidak berhenti pada pengobatan ketika hewan sudah sakit. 

Vaksinasi, pemeriksaan, sterilisasi, dan kepemilikan hewan secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi masyarakat. (wsd)

Reporter : Wsd
Sumber : Polbangtan Bogor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018