Kamis, 14 November 2019


Kurikulum Polbangtan Kian Diperkuat

16 Jan 2019, 13:20 WIBEditor : Yulianto

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP Idha Widi Arshanti (tengah) usai meneken MoU dengan Direktur Pendidikan Akademi Militer TNI, Kolonel Ade Adrian; Dekan Sekolah Tinggi Manajemen PPM Ningky Sasanti Munir; Rektor Instiper Yogyakarta, Prof. Purwadi | Sumber Foto:Humas BPPSDMP

Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP meneken MoU dengan Akademi Militer TNI, Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Instiper Yogyakarta dan PTPN

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor--- Pemerintah melalui Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Peyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kurikultum Polteknik Pembangan Pertanian (Polbangtan). Misalnya melalui kerjasama dengan lembaga lain yang kompeten untuk meningkatan mutu mahasiswa Polbangtan.

Setelah Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PISAgro beberapa waktu lalu, pada Rabu (16/1) di Bogor, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP Idha Widi Arshanti meneken MoU dengan Direktur Pendidikan Akademi Militer TNI, Kolonel Ade Adrian; Dekan Sekolah Tinggi Manajemen PPM Ningky Sasanti Munir; Rektor Instiper Yogyakarta, Prof. Purwadi dan  Kepala Divisi SDM Holding PTPN III, Amalia Nasution.

“Kita harapkan dengan kerjasama ini alumi Polbangtan tidak menganggur, tapi siap kerja menjadi wirausaha,” kata Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arshanti kepada wartawan. Apalagi lanjutnya, sistem pendidikan Polbangtan lebih banyak praktek yakni 70% ketimbang teori yang hanya 30%.

Menurut Arshanti, kerjasama dengan Akademi Militer TNI bertujuan meningkatkan disiplin mahasiswa Polbangtan. Apalagi dalam pendidikan Polbangtan menggunakan sistem boarding school atau asrama. “Dengan pola asuh di Akmil, saya rasa cukup baik digunakan untuk membina mahasiswa Polbangtan,” katanya.

Sedangkan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Manajemen PPM Arshanti berharap dapat membantu mutu kurikulum Polbangtan dalam pengembangan pelajaran manajemen. Apalagi mutu Sekolah Tingga Manajemen PPM selama ini sudah cukup dikenal di perusahaan swasta dan BUMN.

“Kita harapan Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini memberikan sumbangsih dalam kurikulum manajemen, bimbingan enterpreneur dan akses pasar,” ujarnya. Begitu juga kerjasama dengan Holding PTPN, Arshanti juga berharap, mahasiswa Polbangtan nantinya juga bisa magang atau praktek kerja di seluruh PTPN yang ada di Indonesia.

Saat ini di Indonesia ada enam Polbangtan yakni Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa dan Polbangtan Manokwari. Tahun ini kata Arshanti, ditargetkan berdiri Polbangtan lain yang merupakan transformasi dari Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMKPP) di Sembawa (Sumatera Selatan), SMKPP Banjar Bary dan SMKPP Kupang. Satu lagi adalah Politeknik Enginering Pertanian Indonesia yang akan berdiri di kawasan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Tangerang Selatan.

Kepala Divisi SDM Holding PTPN III, Amalia Nasution mengatakan, dengan adanya tranformasi PTPN menjadi holding yang memiliki 14 anak perusahaan yakni PTPN 1 hingga PTPN 14, pihaknya berharap bisa mendapatkan calon karyawan yang siap pakai. Selama ini Amalia mengakui, untuk lulusan non vokasi (S1) sulit untuk bekerja di lapangan, terutama pekerjaan yang terkait dengan teknis.

“Pihaknya juga membuka kesempatan untuk mahasiswa Polbangtan untuk magang di lingkup pekerjaan perkebunan, meski yang magang tersebut bukan jaminan menjadi karyawan PTPN karena tetap harus mengikuti seleksi,” tuturnya.

Sementara itu Rektor Instiper, Prof. Purwadi berharap, dengan MoU ini akan terbangun sistem agar SDM Polbangtan siap kerja. Selama ini Instiper telah banyak bekerjasama dengan perusahaan perkebunan sawit swasta. “Bahkan alumni Instiper kini banyak bekerja di perusaha perkebunan swasta. Ini karena dalam menyusun kurikulum kita melibatkan mereka, sehingga ada sinergi,” ujarnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018