Kamis, 23 Mei 2019


Ayo Penyuluh, Adaptasi dengan Industri 4.0 Lewat Teknologi

09 Apr 2019, 12:19 WIBEditor : Gesha

Penyuluh harus bisa beradaptasi dengan perubahan teknologi dan metode penyuluhan untuk memudahkan dan memperlancar kegiatan usahatani. | Sumber Foto:DISTANHORTI JAWA BARAT

Penyuluh Pertanian harus mampu memanfaatkan IPTEK dengan sering mengakses teknik-teknik pertanian terbaru di berbagai media

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu --- Industri 4.0 sudah tidak bisa terbantahkan lagi di masa kini. Karena itu semua pihak tak terkecuali penyuluh pertanian harus bisa beradaptasi melalui teknologi.

"Penyuluh Pertanian harus mampu beradaptasi dengan pembangunan industri 4.0," tegas Kepala Pusat Penyuluhan, Siti Munifah saat membuka Bimbingan Teknis bagi para Penyuluh Pertanian se Kabupaten Indramayu di Pondok Pesantren As Salafiyah Desa Kalianyar Kecamatan Krangkeng.

Ada beberapa ciri di era industri 4.0 antara lain : lebih cepat.  Dalam era industri 4.0 semua kegiatan akan dipermudah dan akan lebih cepat. Laporan dan semua permasalahan yang ada di lapangan dapat dengan segera diketahui dan dapat diselesaikan dengan cepat  serta mampu memangkas waktu kegiatan.

Ciri berikutnya adalah mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama pihak pihak yang mendukung pembangunan pertanian.  Penyuluh harus mampu berkolaborasi, bekerja sama dengan penyedia input, bekerja sama dengan penyedia jasa alsintan dan juga bekerja sama dengan penyedia permodalan. 

Semua itu untuk memudahkan dan memperlancar kegiatan usahatani.  Dalam bidang permodalan Kementerian Pertanian sudah mengadakan MoU dengan Bank BNI untuk menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani. 

Penyuluh harus bisa mensinergikan antara kelompoktani dengan Perbankan agar petani mudah dalam mencari modal usahanya. Karenanya, Penyuluh harus mampu berkolaborasi dengan pihak pemasaran, supaya hasil panen petani memperoleh harga yang layak.

Ciri berikutnya adalah pemanfaatan IPTEK. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.  Penyuluh Pertanian harus mampu memanfaatkan IPTEK dengan sering mengakses teknik-teknik pertanian terbaru di berbagai media seperti Cybex, You Tube dan Google. 

Penyuluh juga harus mampu menginformasikan kegiatan teknologi di wilayahnya melalui media digital.yang ada seperti FB Kementan dan Pusat Penyuluhan serta Cybex. Penyuluh Pertanian harus berjiwa milenial dan memahami industri 4.0.    

Bersama Petani

Siti Munifah menuturkan, dalam bekerja Penyuluh Pertanian harus Ikhlas, harus bekerja cerdas dan harus bekerja cepat.  Karena kita sebagai pengawal dan pendamping petani harus menyesuaikan waktunya dengan para petani.

"Penyuluh Pertanian ibarat obor yang dapat menerangi lingkungan petani. Penyuluh Pertanian harus mampu membina anggota kelompoktani untuk menjadikan 4 better," beber Siti Munifah.

Mulai dari Better Farming, dimana Penyuluh Pertanian harus bekerja keras untuk mewujudkan cara berusaha tani dengan baik mulai dari persiapan tanam, tanam sampai dengan panen dengan menerapkan teknologi pertanian sesuai anjuran.  Petani harus mampu memilih teknologi yang sesuai dengan karakteristik wilayah usahataninya.    

Kemudian Better Bisnis, yaitu menjadikan anggota kelompoktani dalam berusahataninya selalu berpikir efisien dan efektif dan selalu berpikir dengan hitungan angka ekonomi.  Berusahatani secara bersama-sama mulai dari persiapan tanam sampai kepemasaran. Hal ini untuk menekan biaya produksi dan memperoleh hasil penjualan yang layak.    

Untuk bisa menghasilkan Better Income, dimana Penyuluh harus mampu menghubungkan hasil panen petani dengan para pembeli agar  memperoleh harga jual setinggi tingginya.  Sehingga petani memperoleh pendapatan yang tinggi guna menghidupi keluarganya.  

Dan akhirnya bisa berdampak pada Better Community. Apabila anggota kelompoktani sudah memperoleh pendapatan yang layak dan kehidupan keluarganya mumpuni, maka akan tumbuh komunitas yang baik pula.  Karena semua komunitas yang ada memiliki pendapatanyang layak dan berpikir untuk kepentingan bersama pula.        

"Menjadikan petani lebih baik bukanlah  kegiatan yang mudah, mak kuncinya adalah mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama pihak pihak yang mendukung pembangunan pertanian," pesan Siti Munifah.

Salah satunya berkolaborasi dengan Perbankan dan mensinergikan antara kelompoktani dengan Perbankan agar petani mudah dalam mencari modal usahanya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Pada akhirnya, penyuluh mendorong kelompoktani secara berjenjang menuju korporasi dan bersinergi dengan pihak lain agar Indonesia menjadi  lumbung pangan dunia tahun 2045 dapat tercapai," pesan Siti Munifah.     

 

 

 

 

Reporter : Edi Harnadi
Sumber : Penyuluh Pertanian Kabupaten Indramayu
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018