Jumat, 21 Juni 2019


Penyuluh Sulawesi Dilatih Agronomi Kakao dengan Metode Kalibrasi

12 Apr 2019, 04:49 WIBEditor : Ahmad Soim

Pelatihan agronomi kakao metode kalibrasi | Sumber Foto:RH

Peningkatan kompetensi petani dilakukan dengan melatih para penyuluh pertanian dan dilaksanakan melalui Pelatihan Agronomi di MARS Academy Tarengge, Luwu, Sulawesi Selatan.


 
TABLOIDSINARTANI.COM - Petani kakao di Pulau Sulawesi umumnya adalah pinaan perkebunan coklat. Peningkatan komptensi para petani diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Metode pelatihan yang dipilih untuk mereka adalah metode kalibarasi.


“Pelatihan Agronomi Cacao saat ini diterapkan dengan metoda kalibrasi, karena ditinjau dari peserta pelatihan yang berasal dari Luwu Utara dan Luwu mayoritas wilayah binaannya perkebunan coklat dan merupakan sentra produksi cacao di Pulau Sulawes," kata  Agus salah satu fasilitator dari PT MARS  pelaksana Program Read-Si.
Petani kakao mayoritas sudah memahami budidaya kakao namun secara teori belum sepenuhnya tahu. Oleh karena itu, metoda kalibrasi dengan menyusun bahan ajar  terlebih dahulu, kemudian dilakukan praktek untuk penyempurnaan bahan ajar tersebut.

Peningkatan kompetensi petani dilakukan dengan melatih para penyuluh pertanian dan dilaksanakan melalui Pelatihan Agronomi di MARS Academy Tarengge, Luwu, Sulawesi Selatan.

Pelatihan ini dilakukan untuk: (1) Meningkatnya kompetensi PPL di lokasi Program READ-SI dalam hal usaha pertanian budidaya kakao, (2) Meningkatnya kompetensi Petugas Monev READSI, (3) Meningkatnya kompetensi Petani.  Sasaran dari kegiatan ini adalah Penyuluh Pertanian Lapangan di Lokasi Program READ-SI khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara serta petugas Monev dan Petani di lokasi program READ-SI.

Program pengentasan keluarga tani miskin yang dikenal dengan nama Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-Up Innitiative (READSI) dilaksanakan di 6 provinsi dan 8 Kabupaten yaitu Pulau Sulawesi, Provinsi Kalimantan Barat, dan Provinsi NTT.  Peningkatan Kapasitas SDM Pengembangan Kakao Program READSI dengan PT MARS yaitu untuk   meningkatkan kompetensi PPL dalam bidang usaha pertanian budidaya kakao agar dapat melakukan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan cara berkebun kakao yang baik (Good Agriculture Practice) untuk meningkatkan produktivitas lahan kakao dan mewujudkan usahatani kakao lestari (sustainable cocoa) yang diharapkan dapat berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani kakao secara berkesinambungan.

Pelatihan Agronomy bagi Penyuluh Pertanian Batch 3 ini dilakukan  9 April 2019 di PT MARS – Program READSI.  Kegiatan diikuti oleh 30 orang berasal dari  20 orang Penyuluh Pertanian kabupaten Luwu dan 10 orang Penyuluh Pertanian Kabupaten Luwu Utara dengan pembagian gender 12 perempuan dan 18 laki-laki.   

Metode pembelajaran digunakan praktek 70?n teori 20% (coaching, sharing), 10% (academy MARS), dan berbeda pemberian metoda dibandingkan angkatan sebelumnya, untuk angkatan 3 ini metodanya berupa kalibrasi artinya harapan peserta sudah memahami budidaya kakao jadi diawali membuat modul atau bahan ajar bagi peserta SL selanjutnya dibahas. Kemudian Peserta lebih banyak dilapangan dan mempraktekkan secara langsung materi yang telah disampaikan sehingga peserta lebih paham dan menguasai materi.

Rencana tindaklanjut bahwa pasca pelatihan peserta tetap dimonitor oleh PT MARS melalui grup media social jadi setiap peserta diharapkan dapat menyampaikan hasil perkembangan kegiatan setelah pelatihan media social serta program READSI akan melakukan evaluasi terhadap Sekolah Lapang Cacao dan penerapan pelatihan di lapangan.

Reporter : RH
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018