Kamis, 23 Mei 2019


P4S NTB Perlu ‘Obat’ Penyemangat

14 Mei 2019, 15:54 WIBEditor : Yulianto

Ketua FK P4S NTB “Japri” (Kiri), Wakil Ketua FK P4S Nasional “Waluyo” (Tengah Kiri), Widyaiswara dan Kasi Penyuluhan Balai Pelatihan Pertanian dan Perketunan Prov. NTB | Sumber Foto:Syamsul

P4S perlu dukungan dan partisifasi pemerintah pusat/daerah, penyuluh, swasta dan pihak-pihak terkait lain dalam meningkatkan peran kelembagaan penyelenggara pelatihan. Termasuk dalam penyuluhan/pendampingan, menumbuhkan, pengembangan untuk pelaku uta

TABOIDSINARTANI.COM, Mataram--Kondisi Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) di NTB kini dalam kondisi memprihtinkan. Bayangkan saja, dari 42 P4S, hanya beberapa saja yang aktif. Karena itu perlu 'obat' penyemangat agar keberadaan lembaga itu dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

P4S merupakan salah satu lembaga masyarakat yang dimiliki dan dikelola petani langsung baik secara perorangan maupun kelompok. Keberadaan P4S dalam suatu wilayah pertanian sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia petani. Karena itu peran kelembagaan pertanian sangat penting bagi petani.

Dengan kemajuan perkembangan teknologi inovasi pertanian, khususnya dalam penyampaian/penyebaran informasi dan teknologi sangat mudah dan cepat didapatkan. Namun kondisi itu menjadi tantangan tersendiri kelembagaan petani. Tak terkecuali dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) di Nusa Tenggara Barat.

Ketua Forum Komunikasi P4S NTB, Japri saat Koordinasi dan Sikronisasi bersama Widyaiswara dan Penyuluh Pertanian di Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB mengatakan, keberadaan P4S NTB sangat memperihatinkan. Dari kurang lebih 42 P4S yang tersebar di kabupaten/kota hanya beberapa yang aktif melaksanakan peran dan fungsinya, itupun milik perorangan bukan kelompok petani.

Karena itu Japri berharap dukungan dan partisifasi pemerintah pusat/daerah, penyuluh, swasta dan pihak-pihak terkait lain dalam meningkatkan peran kelembagaan penyelenggara pelatihan. Termasuk dalam penyuluhan/pendampingan, menumbuhkan, pengembangan untuk pelaku utama dan pelaku usaha serta jejaring usaha tani.

Mengingat peran P4S sangat strategis dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manuia petani dalam mewujudkan kader petani agar dapat bersaing. Tujuan P4S sendiri dalah menjadi wadah tempat belajar dari petani, oleh petani dan untuk petani.

Dengan prinsip azas yaitu keswadayaan dalam mengembangkan dan menjaga kemandirian melalui kemampuan memecahkan masalah baik teknis, sosial maupun ekonomi. Demokrasi dalam melaksanakan setiap kegiatan pengelolaan dan penggunaan jasa kesepakatan dan keterlibatkan bersama secara aktif.

Kekeluargaan sebagai bentuk suatu kesatuan keluarga yang utuh menjalin kekerabatan antara pengelola dengan peserta yang mengikuti pelatihan. Manfaat untuk bagi masyarakat sekitar. Keterpaduan merupakan bagian integral dari pembangna pertanian sehingga dalam keselarasan dan keserasian suatu organisasi kelembagaan.

Reporter : Syamsul Riyadi
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018