Selasa, 17 September 2019


Bagi Pejuang THL-TBPP, Ada Kabar Gembira Nih !

17 Mei 2019, 09:18 WIBEditor : Gesha

THL TBPP terus diperjuangkan oleh Kementerian Pertanian menjadi SDM yang kompetitif dan mendapatkan penghidupan yang layak | Sumber Foto:BAIHAQI

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menjelang Idul Fitri 1440 H di tahun ini, ada semburat kegembiraan yang bisa dirasakan oleh pejuang THL-TBPP. Apa saja?.

Pengumuman kelulusan THL-TBPP menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sudah dilakukan pemerintah beberapa waktu silam dan sebanyak 98 persen dinyatakan lulus passing grade.

Menanggapi hal tersebut, Forum Komunikasi THL-TBPP Nasional melakukan silaturrahmi dengan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian, Siti Munifah.

Dalam pertemuan tersebut, dihasilkan beberapa keputusan mengenai proses pemberkasan yang akan dilakukan daerah guna pengangkatan PPPK.

Salah satunya adalah pengusulan ulang formasi disesuaikan dengan kondisi kemampuan daerah, formasi inilah yang nantinya akan dijadikan dasar oleh BKN untuk menetapkan jumlah formasi didaerah tersebut dan selanjutnya melakukan tahap pemberkasan melalui BKD masing – masing. 

"Kita dorong pengurus FK, khususnya daerah yang belum melakukaan pemberkasan untuk membangun komunikasi baik dengan BKD maupun Bupati/Walikota dalam rangka mendorong surat usulan dari Bupati/Walikota," beber Sekjen Forum Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Nasional (FK THL TBPP Nasional), Baihaqi.

Nah, bagi Daerah yang jumlah usulan formasi pengangkatan ASN PPPK nya lebih sedikit daripada jumlah pengumuman THL-TBPP yang lolos nilai ambang batas ( passing grade ) dikarenakan faktor ketersediaan anggaran, maka hasil pengumuman seleksi ASN PPPK nya tidak gugur, melainkan disimpan oleh MenPAN – BKN hingga daerah tersebut siap untuk mengangkat seluruh THL-TBPP yang sudah mengikuti Seleksi dan lolos Passing Grade.

"Sementara itu, THL-TBPP didaerah tersebut tetap akan dikontrak oleh Kementerian Pertanian," tuturnya.

Lebih lanjut Baihaqi menjelaskan jika keputusan tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan Surat Edaran dari Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian tanggal 9 Mei 2019 No. B-8490/SM.040/I.2/05/2019.

Dalam surat edaran tersebut juga disebutkan batas usia kontrak THL TBPP mulai tahun 2020, yaitu 58 tahun bagi THL TBPP dengan jenjang pendidikan SLTA, setara dengan batas usia Penyuluh Pertanian PNS Jenjang Keterampilan Ahli Muda.

Sedangkan dengan jenjang pendidikan S1/DIV atau S2 adalah usia 60 tahun, setara dengan batas usia Penyuluh Pertanian PNS Jenjang Keterampilan Ahli Madya.

Penetapan tersebut mengacu pada Permentan 02/2008 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dan Angka Kreditnya dan Surat Kepala BKN Nomor K.26-30-|V.105-2|99, perihal BUP bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional.

Honorarium dan THR

Kabar gembira kedua menyangkut Tunjangan Hari Raya (THR) bagi THL TBPP, mengingat penerimaan honor bulan Mei yang seharusnya dibayarkan pada bulan Juni, dan juga gaji ke-13/THR, dikarenakan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada awal bulan Juni dan persepsi daerah tentang gaji ke-13 adalah dibayarkan pada bulan Juli ( tunjangan anak masuk sekolah).

"Ibu Kapusluh sudah berkoordinasi dengan Bagian keuangan untuk mempelajari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 59 Tahun 2019 dan selanjutnya akan membuatkan surat edaran kepada Satker Dana Dekon agar pembayarannya dapat dilakukan lebih awal (paling cepat H-10 dari Hari Raya atau Akhir bulan Mei 2019 )," beber Baihaqi.

Tentunya kabar ini menjadi kabar gembira mengingat tahun sebelumnya cara tersebut tidak bisa dilakukan karena terbentur nomenklatur gaji ke 13 yang hanya bisa dibayarkan Juli, sedangkan Idul Fitri 2018 jatuh pada Juni Akhir. "Besarannya sendiri berdasarkan jenjang pendidikan," tutup Baihaqi.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018