Sabtu, 17 Agustus 2019


Dirikan PEPI, Kementan Audiensi ke KPK

04 Jul 2019, 08:29 WIBEditor : Gesha

Tim PEPI Kementan tengah beraudiensi dengan KPK | Sumber Foto:lely

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dalam waktu dekat Politeknik Enjineering Pertanian (PEPI) akan dilaunching. Berbagai persiapan dan audiensi dilakukan Kementan agar transparansi dalam pembangunannya bisa terpantau.

Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian berkualitas terus dilakukan. Bersinergi dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementan mendirikan boarding school bertaraf internasional yaitu Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) yang berlokasi di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Tangerang, Serpong.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementan melakukan audiensi ke Gedung Merah Putih KPK dipimpin oleh Syukur Iwantoro selaku konsultan, Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pusdiktan, Inneke Kusumawati.

PEPI akan memiliki 3 program studi yaitu : Teknologi Mekanisasi Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Tata Air Pertanian. Ketiga program study tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung program modernisasi kementerian pertanian (UPSUS, OPSIN, SERASI dan sebagainya). 

“Dibandingkan Perguruan Tinggi lain, PEPI mempunyai ke khas tersendiri. Seluruh lulusan PEPI nantinya tidak hanya sebagai job seeker tetapi juga menjadi job creator di bidang usaha alat mesin pertanian," papar Inneke. 

Kurikulum PEPI sendiri mengadopsi kurikulum pendidikan vokasi di Jerman.  Ruang lingkup kurikulum PEPI di sesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia Industri (DUDI).

Mahasiswa PEPI akan melakukan magang di industri dan mendapatkan sertifikat kompetensi keahlian sebagai pemenuhan kebutuhan pasar tenaga kerja. Tak hanya itu, PEPI akan didukung dengan lab TEFA (teaching Factory/ farm) yang sinergikan dengan Balai Besar Mekanisasi Pertanian.

Sehingga lulusan PEPI akan memiliki kompetensi sebagai tenaga terampil otomasi, remote sensing/ control, IT dan GPS (teknologi mekanisasi pertanian), berbasis IT dan on demand irrigation, optimasi sumber daya air ( tata air pertanian), otomasi, penjaminan mutu mesin pengolahan pasca panen pangan, penanganan komoditas pertanian tropis (teknologi hasil Pertanian).

Diakhir audiensi pihak KPK antusias dan menyambut baik pendirian PEPI, dengan proses yamg telah dilalui dan telah mendapatkan rekomendasi izin prinsip pendirian dari Kemenristekdikti.

Kemenpan RB juga telah mengeluarkan persetujuan teknisnya, maka PEPI siap operasional mendukung program-program strategis pembangunan pertanian.

Reporter : Lely
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018