Minggu, 18 Agustus 2019


Program YESS, Lahirkan Wirausahawan Muda Pertanian di Perdesaan

12 Agu 2019, 18:45 WIBEditor : Gesha

Wirausahawan muda pertanian terus diciptakan Kementan | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Berbagai upaya terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menumbuhkan wirausahawan muda pertanian maupun tenaga kerja profesional di masa datang. Bahkan bekerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) dalam program Youth Entrepreurship and Employment Support Service (YESS).

Konsultan Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian, Syukur Iwantoro menuturkan saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) sedang aktif mendorong dan membuka peluang ekspor dengan beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika. Upaya ini bahkan sudah membuahkan hasil, yakni saat komoditas Indonesia masuk ke negara dengan pasar besar seperti Vietnam, Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serikat, Rusia, dan Argentina. 

Melihat besarnya peluang dan potensi bisnis dunia pertanian, tentu perlu didukung oleh lahirnya sumberdaya manusia yang unggul dan handal. Banyaknya petani yang telah berusia lanjut dan kurang menguasai perkembangan teknologi saat ini perlu diatasi dengan regenerasi petani.

Pemerintah khususya Kementan terus berupaya untuk melakukan regenerasi petani baik melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi yakni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Modernisasi Pertanian, Penumbuhan wirausaha muda pertanian, Penumbuhan  petani dan santri millenial dan lainnya.  

"Youth Entrepreurship and Employment Support Service (YESS) merupakan salah satu program yang berupaya untuk melahirkan wirausaha muda dibidang pertanian. Program ini merupakan proyek internasional yang di support oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD)," tuturnya.

Indonesia merupakan negara yang terpilih dan menjadi negara pertama yang melaksanakan proyek bantuan IFAD khusus untuk alih generasi pemuda pertanian. "Progres proyek YESS dicermati oleh semua anggota IFAD di dunia. Kita merasa bangga karena Indonesia dijadikan model proyek alih generasi petani, namun keberhasilan proyek ini juga menjadi tanggung jawab kita. Sesuai dengan namanya YESS maka tidak ada kata gagal”, papar Syukur.

Setidaknya ada 4 provinsi lokasi YESS  yakni Kalimantan Selatan (Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu), Sulawesi Selatan (Bantaeng, Bone, Bulukumba, Maros), Jawa Barat (Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Subang), Jawa Timur (Malang, Pasuruan, Tulungagung, Pacitan) merupakan hasil dari evaluasi bersama antara tim dari KEMENTAN dan IFAD. "Keempat provinsi ini akan menjadi lokasi pilot project yang dapat menjadi trigger bagi daerah-daerah lainnya," tuturnya. 

Ketertarikan generasi muda pertanian merupakan modal dasar bagi keberhasilan proyek ini. Saat ini  generasi muda telah menyadari bahwa bisnis pertanian tidak ada habisnya. Disinilah kebijakan pemerintah yang kondusif serta didukung oleh pihak Perbankan di sektor permodalan menjadi modal dasar untuk mendorong dan mewujudkan regenerasi muda pertanian.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arshanti mengatakan seiring dengan banyaknya anak muda yang masuk Polbangtan dan  fakultas pertanian di berbagai universitas seluruh Indonesia menjadi bukti nyata bahwa banyak generasi muda yang tertarik pada dunia pertanian.

"Ini menjadi modal utama dalam pembangunan pertanian. Banyak sekali potensi pertanian yang bisa dijadikan peluang bisnis. Melalui program YESS, kita akan melahirkan tenaga kerja dan  wirausahawan muda pertanian tak hanya di perkotaan tetapi juga  di pedesaan," ungkap Idha .

Reporter : Lely
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018