Minggu, 18 Agustus 2019


Kementan Wisuda 821 Petani Millenial Terdidik dari Polbangtan

14 Agu 2019, 12:22 WIBEditor : Gesha

Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi didampingi Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah dan Kapusluh Leli Nuryati dan Kapusdik Idha Widi Arsanti ketika konferensi pers wisuda nasional Polbangtan 2019, Rabu (14/8) | Sumber Foto:NATTASYA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus mencetak petani millenial melalui jalur pendidikan yaitu Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Beberapa waktu yang akan datang bahkan akan mulai dilakukan wisuda nasional dari petani-petani milenial terdidik ini sehingga sumberdaya manusia (SDM) Pertanian kian kuat menghadapi perubahan dunia.

"Wisuda tersebut akan dilaksanakan Selasa (20/8) dan dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Menteri Amran akan melakukan graduation speech di depan 821 wisudawan dan menganugerahkan 12 wisudawan terbaik dari 6 Polbangtan yang tersebar di seluruh Indonesia yaitu Polbangtan Medan, Bogor, Yogyakarta-Magelang (YOMA), Malang, Gowa dan Manokwari," beber Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi saat konferensi pers di Kementerian Pertanian, Rabu (14/8).

Sebanyak 821 wisudawan tersebut terdiri dari 3 prodi yakni Penyuluhan pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan dan Penyuluhan Perkebunan Presisi. Sebanyak 69 wisudawan qualified job seeker diantaranya telah diterima di perkebunan nasional, dan 25 wisudawan yang berasal dari berbagai instansi pemerintah.

Sedangkan 727 wisudawan lainnya adalah job creator penerima Program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) yang telah memiliki pengalaman sebagai pencipta lapangan kerja (job creator).

"Bisa dilihat 80 persen lulusan adalah qualified job creator dari penerima PWMP yang sudah menciptakan lapangan kerja. Dan terbukti memiliki jiwa enterpreneur tinggi," beber Prof Dedi.

Dua wisudawan terbaik yaitu Miftah Aulifa dari Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi Polbangtan Medan dengan IPK 3,92 telah bekerja di Best Agro Plantation dan Puri Eka Fortuna dari Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan YOMA dengan IPK 3.92.

Seperti diketahui, Polbangtan adalah bentuk transformasi higher vocational education dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang awalnya hanya mencetak penyuluh pertanian. Polbangtan sekarang juga mencetak mencetak job creator dan qualified job seeker.

Karenanya, lulusan Polbangtan telah siap untuk bekerja dan memiliki keahlian yang link and match dengan dunia usaha dan dunia industri serta akademisi. Tercatat, Kementerian Pertanian melalui Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP telah melakukan MOU dengan 382 perusahaan nasional dan multinasional serta lebih dari 33 perguruan tinggi mitra dan 6 perguruan tinggi luar negeri.

Adapun program studi di Polbangtan berkembang menjadi 13 Program Studi yang ditawarkan baik untuk Sarjana Terapan (S.Tr) maupun Diploma III (D III). Untuk Sarjana Terapan jurusan yang dibuka antara lain: Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Perkebunan Presisi, Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Agribisnis Hortikultura, Teknologi Benih, Teknologi Pakan Ternak, Produksi Ternak, serta Agribisnis Peternakan.

Dan untuk Diploma III antara lain adalah Kesehatan Hewan, Mekanisasi Pertanian, Budidaya Hortikultura, dan Budidaya Peternakan.

Untuk menyemarakkan acara wisuda nasional, Polbangtan memamerkan hasil produk unggulan dari PWMP masing-masing. Diantaranya Kopi dari Polbangtan Medan, Urban Farming dari Polbangtan Bogor, Pakan Ternak dari Polbangtan Yoma, Olahan Ternak dari Polbangtan Malang dan Polbangtan Gowa serta Olahan Komoditas Asli Papua dari Polbangtan Manokwari. 

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti menuturkan bahwa wisuda petani millenial Polbangtan ini menjadi momentum untuk penciptaan SDM Pertanian yang handal, professional dan memiliki jiwa enterpreneurship tinggi.

"Karena Polbangtan menghasilkan alumni yang siap kerja dan siap menjadi job creator. Sehingga menjadi millenial yang dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk berkecimpung di dunia pertanian," tutup Idha.

Reporter : Lely
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018