Friday, 07 August 2020


Dengan Manajerial Tepat, KEP Bisa Bertindak Sebagai Pebisnis Pertanian

21 Aug 2019, 14:48 WIBEditor : Gesha

Dengan manajerial yang tepat, dalam KEP petani bisa bertindak sebagai pebisnis pertanian | Sumber Foto:BIMA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung -- Kelembagaan petani mempunyai peranan penting dalam pembangunan pertanian, utamanya membawa kehidupan petani dan keluarganya ke arah yang lebih baik. Karenanya, dengan manajerial yang tepat, Kelembagaan dalam bentuk Kelembagaan Ekonomi Petani bisa bertindak menjadi pebisnis pertanian.

"Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemberdayaan petani untuk pengembangan usaha yang dikelola oleh petani secara profesional di sektor pertanian," tutur Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati.

Mendukung program dan kebijakan tersebut, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat menyelenggaraan Bimbingan Teknis Manajerial Kelembagaan Ekonomi Petani yang ditujukan bagi para pengurus KEP yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat di Bandung, Selasa-Rabu (20-21 Agustus 2019).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian,  Leli Nuryati didampingi oleh Kepala Subbidang Kelembagaan Petani Yoyon Haryanto hadir untuk menyampaikan kebijakan pertanian yang  terkait dengan Penumbuhan dan Pengembangan KEP.

Leli Nuryati dalam arahannya menyampaikan agar penumbuhan dan pengembangan KEP merujuk pada empat pola yang telah dikembangkan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian dan tentunya sesuai dengan kekhasan lokasi yaitu melalui transformasi kelembagaan petani (poktan, gapoktan) menjadi kelembagaan ekonomi petani, membangun korporasi petani berbasis kawasan, penumbuhan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Petani Milenial dan Pengembangan Jejaring kerjasama bisnis pertanian.

Leli Nuryati juga menekankan agar penumbuhan dan pengembangan KEP diharapkan dapat mempermudah petani untuk menjangkau akses ke sumber permodalan, sarana dan prasarana pertanian, asuransi pertanian, layanan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang tentu saja perlu kolaborasi antar penyuluh (pemerintah, swasta dan swadaya) dalam kegiatan pembinaannya.

Selain itu, hadirnya KEP diharapkan dapat menumbuhkan petani-petani milenial yang dapat mendongkrak produksi strategis nasional karena tidak hanya kemandirian pangan yang menjadi sasaran akhir tetapi perlu juga produk pertanian Indonesia berorientasi ekspor.

Reporter : Kontributor
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018