Friday, 07 August 2020


Indahnya Pekarangan Desa Dilem Berkat Pendampingan oleh Penyuluh

09 Sep 2019, 07:18 WIBEditor : Gesha

Penyuluh senantiasa mendampingi Poktan di Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen untuk mempercantik pekarangan sekaligus mendapatkan penghasilan | Sumber Foto:LELY

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Penyuluh tidak hanya melakukan pendampingan kepada petani di lahan sawah saja, tetapi juga dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Contohnya di Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang yang memiliki pekarangan indah sekaligus menjadi sumber ketahanan pangan masyarakat desa.

"Jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam di pekarangan rumah adalah jenis sayuran, obat-obatan,tanaman hias dan lain sebagainya yang semuanya itu dapat menunjang kebutuhan sehari-hari dan selebihnya bisa dijual," ungkap Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Kepanjen, Ferly Tambunan.

Ferly menambahkan bahwa dalam pengembangan konsep rumah pangan lestari melalui pemanfaatan lahan pekarangan, permasalahan yang umum di hadapi adalah kurangnya pengetahuan dan pelatihan mengenai penyiapan media tanah, penyediaan pupuk organik dari bahan sekitar dan pemanfaatan limbah dan bahan yang ada disekitar sebagai pot/polybag atau wadah tanaman.

Poktan Perdi Desa Dilem Kecamatan Kepanjen merupakan salah satu poktan yang dikembangkan dalam penyediaan pembibitan hortikultura sayuran berupa cabai, terong, sawi, tomat, hingga tanaman kayu sengon. "Dengan jumlah anggota poktan 28 orang dan luas pekarangan yang di usahakan hampir 10?ri total luas lahan pekarangan yang dimiliki oleh rumah tangga tani yang ada," tutur Penyuluh Wilbin Desa Dilem Kecamatan Kepanjen, Rini Ilham.

Adapun kegiatan penyuluhan yang dilakukan adalah dengan kegiatan LAKU dan LARI. Pada kegiatan Latihan dan Kunjungan (LAKU) ini terjadwal dengan materi yang berkaitan dari proses awal hingga pengembangan kegiatan. Latihan dan Kunjungan dari Penyuluh dan di dukung teman-teman PPL Kecamatan Kepanjen juga bersifat dinamis dan terstruktur. 

Sedangkan Pemanfaatan Teknologi dan Inovasi (LARI) juga sangat diperlukan dalam memanfaatkan sekecil lahan yang ada. Peran aparat pemerintah desa setempat juga sangat di perlukan terkait adanya perlindungan kawasan atau zona areal pembibitan yang terfokus pada satu kawasan yang di tuangkan dalam PERDES. 

Tak hanya itu, pertemuan dalam bentuk Latihan dan Kunjungan juga harus bisa mengembangkan jiwa wirausaha bagi pelaku utama dalam hal ini juga dapat melibatkan ibu-ibu dan pemuda tani dalam mengembangkan usahanya.

"Teknologi yang semakin maju juga bisa menjadi pasar dalam penjualan bibit hortikultura ini. Penjualan bibit ini sudah bisa memenuhi kebutuhan sekitar desa dan dapat menjangkau kecamatan Kepanjen serta sudah ada di hampir beberapa kecamatan di luar Kepanjen," tambah Rini

Keterlibatan generasi muda juga sangat penting sebagai estafet kemajuan dunia pertanian, keterlibatan dunia akademisi juga berpengaruh. Kegiatan penelitian atau magang kerja di lokasi poktan yang bersangkutan dapat menjadi tempat transfer of knowledge. 

Yang terpenting dalam setiap kegiatan adalah dengan memperhatikan kearifan lokal masyarakat desa Dilem sehingga ada kesinambungan yang berjalan dengan baik tanpa ada paksaan. 

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018