Senin, 18 November 2019


Perlu Dua Tim untuk Penyuluhan Pertanian Era Industri 4.0

10 Sep 2019, 14:54 WIBEditor : Ahmad Soim

Focus Group Discusion tentang Penyuluhan Pertanian pada Era Industri 4.0 diselenggarakan Pusat Penyuluhan Pertanian | Sumber Foto:Dok Sinar Tani

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor - Dua tim perlu berjalan seiring pada penyuluhan pertanian pada era industri 4.0.

"Kami fokus pada satu tim, yakni bagaimana menjadikan produk pertanian yang dihasilkan petani bisa berdaya saing dengan dukungan penyuluhan pertanian yang berbasis teknologi informasi," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof Dedi Nursyamsi pada Focus Group Disscusion (FGD) Sistem Penyuluhan Pertanian di Era 4.0 di Bogor, Selasa (10/9).

"Penyuluhan pertanian yang memanfaatkan dan berbasis teknologi industri 4.0 adalah hal sangat sangat penting untuk mendorong petani menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing," tambahnya kepada Sinar Tani.

Tim lainnya kata  Prof Dedi Nursyamsi adalah yang memikirkan rumah para penyuluh pertanian. "Kami merasa sedih dengan  banyak hilangnya kelembagaan penyuluhan di provinsi, kabupaten dan kota dengan adanya UU Otonomi Daerah berimplikasi pada anggaran dan kinerja penyuluhan pertanian di daerah otonom," katanya.

Meski demikian Dedi Nursyamsi mengatakan sebagai pemerintah akan fokus bagaimana bisa menyelenggarakan penyuluhan pertanian agar petani bisa menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing.

Sementara untuk memikirkan kelembagaan penyuluhan pertanian di daerah dia berharap ada organisasi masyarakat yang peduli.  "Kami setuju bagaimana agar rumah itu bisa kita raih kembali.   Kita bangun komunikasi yang baik," tambahnya.

Ketua Perhimpunan Penyuluhan Pertanian Indonesia (Perhiptani) Fathan A Rasyid mengatakan organisasinya siap untuk memberikan perhatian bagaimana agar kelembagaan penyuluhan di daerah memiliki wadah yang memadai. Perhiptani akan mengkomunikasikan dengan Komisi IV DPR RI yang membidangi masalah pertanian.

Namun demikian lanjut Prof Dedi Nursyamsi upaya tersebut jangam sampai melupakan tugas pokok penyuluh dan penyuluhan, yakni bagaimana mengejar agar komoditi pertanian punya daya siang. "Mari kita bagi tugas. Jalan keluarnya untuk menggerakkan penyuluhan pertanian, dua duanya penting, kita bagi tugas, ada dua tim," tambahnya.

Dalam menjadikan produk pertanian berdaya saing dengan dukungan penyuluhan pertanian lanjutnya maka kelembagaan petani harus dibagun, ujungnya adalah kesejahteraan petani.

Reporter : Som
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018