Rabu, 14 Januari 2026


Petani Inovatif ITB Ini Gabungkan Vertical Farming dan Integrated Farming, Disanjung Presiden

09 Jan 2026, 08:42 WIBEditor : Gesha

Heri Sunarto, alumnus ITB, memadukan vertical farming dan integrated farming di lahannya, menciptakan pertanian efisien, ramah lingkungan, dan mendapat apresiasi langsung dari Presiden.

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang -- Heri Sunarto, alumnus ITB, memadukan vertical farming dan integrated farming di lahannya, menciptakan pertanian efisien, ramah lingkungan, dan mendapat apresiasi langsung dari Presiden.

Heri Sunarto, alumnus Teknik Mesin Angkatan 89 Institut Teknologi Bandung (ITB), menerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusinya dalam pengembangan pertanian nasional.

Penghargaan ini diserahkan langsung Presiden saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional 2025, di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dilansir dari website ITB, Heri dikenal sebagai petani inovatif yang berhasil mengubah lahan kurang produktif menjadi sistem pertanian terpadu berbasis zero waste.

Ia memadukan berbagai komponen agrikultur, tanaman pangan, hortikultura, ternak, dan perikanan dalam satu ekosistem yang efisien dan ramah lingkungan.

Pendekatan ini tak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memaksimalkan penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

“Pertanian terpadu seperti ini penting untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan dan kebutuhan pangan yang terus meningkat,” ujar Heri, menekankan prinsip integrated farming yang diterapkannya.

Konsep ini kini juga diadaptasi dalam urban farming, sebuah pendekatan pertanian di lahan sempit yang semakin relevan di tengah krisis lahan.

Inovasi Heri tidak hanya bersandar pada keilmuan teknik mesin, tapi juga menggabungkan prinsip-prinsip dari farmasi dan mikrobiologi.

Ia memanfaatkan mikroba untuk pakan ikan, pupuk ramah lingkungan, dan sistem pengelolaan limbah organik yang efisien.

Salah satu contohnya adalah vertical farming terpadu. Di bagian atas, lahan digunakan untuk menanam hortikultura seperti cabai dan jahe; di bagian bawahnya dibangun kandang ayam.

Kotoran ayam kemudian dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot, yang menjadi pakan unggas dan ikan. Limbah ini selanjutnya diolah melalui kolam mina yang berfungsi sebagai “pabrik pupuk organik” alami.

Sistem ini memungkinkan produksi pertanian yang berkelanjutan sekaligus menekan biaya operasional.

Heri mampu mengintegrasikan enam inovasi utama yaitu vertical farming, peternakan ayam, pertanian tanaman pangan, pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, peternakan sapi dan kerbau, serta pengelolaan limbah berbasis simbiosis mutualisme.

Semua dijalankan dalam satu sistem zero waste yang efisien dan produktif.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif antara pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku lapangan, termasuk para petani.

“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara terhadap dedikasi mereka yang telah berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” kata Presiden.

Selain Heri Sunarto, Presiden juga menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta memberikan tanda kehormatan lain kepada petani, penyuluh, dan praktisi pertanian dari berbagai daerah.

Penganugerahan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pendidikan tinggi, pemerintah, dan praktisi lapangan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Heri menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan bukti bahwa ilmu terapan dari perguruan tinggi bisa diterjemahkan menjadi solusi nyata di lapangan.

“Sebagai alumnus ITB, saya ingin menunjukkan bahwa inovasi tidak berhenti di laboratorium atau kelas. Solusi nyata di pertanian adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk negeri,” ujarnya.

Penerapan sistem pertanian terpadu seperti yang dikembangkan Heri diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda dan lulusan perguruan tinggi.

Pendekatan inovatif ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha pertanian di Indonesia.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018