Monday, 10 August 2020


Klinik Kopi Zaini, dari Petani untuk Petani

10 Feb 2020, 11:17 WIBEditor : Yulianto

Zaini di kebun kopi miliknya | Sumber Foto:Fathan MT

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Tengah---Sosok laki-laki berusia 54 tahun, berbadan tegap, berkulit agak gelap ini sudah tidak asing bagi petani maupun institusi yang terkait dengan budidaya kopi arabika Gayo, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah. Siapa dia?

Namanya Zaini. Petani kopi Gayo ini sudah dikenal seantero Sumatera Utara mulai dari Tanah Kario, Simalungun, Tapanuli Utara, Mandailing Natal sampai Tapanuli Selatan. Ia sangat hapal betul cara budidaya kopi. Bahkan Zaini pernah beberapa tahun dikontrak perusahaan dan pemerintah daerah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara menjadi pembina sekaligus motivator bagi petani kopi.

Kebunnya di Atu Lintang seluas 4 ha adalah bukti keseriusannya dalam usaha tani kopi arabika. Berkat pengalaman dan kepiawaiannya inilah, Zaini sering diminta untuk memberikan motivasi dan pembinaan kepada petani kopi di daerahnya. Untuk membantu petani ia mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Maju Bersama.

P4S ini menjadi wadah untuk menampung petani yang ingin belajar budidaya kopi. Tanpa pamrih, tanmpa memungut biaya, secara Zaini terus berupaya membina petani di daerahnya agar mampu menaikkan produktivitas kopi.

Balik Kampung

Sekitar 4 Tahun melanglangbuana di beberapa kabupaten di Sumatera Utara, Zaini tetap tidak melupakan tanah kelahirannya. Meski di daerah lain digaji cukup besar, tapi keinginanya untuk terus berbuat bagi petani kopi di daerahnya, membuatnya memutuskan untuk kembali ke Gayo. Ia mewujudkan dengan mendirikan Klinik Kopi Gayo yang menjadi wadah edukasi bagi siapa saja yang ingin belajar tentang kopi Gayo.

Berada di alam perdesaan khas daerah pegunungan, klinik konsultasi  yang berada di Desa Gele Lah, Belang Gele, Aceh Tengah ini memang menjadi tempat yang nyaman untuk belajar tentang seluk beluk kopi.

Ide mendirikan Klinik Kopi ini bermula dari keprihatinan karena di daerahnya belum ada lembaga yang khusus memberikan pencerdasan kepada petani kopi. Padahal di kopi merupakan komoditi andalan yang menjadi tulang punggung perekonomian di daerah ini.

Zaini juga melihat, petani kopi Gayo kurang mempelajari berbagai aspek tentang kopi, sehingga produktivitas rata-rata kopi Gayo masih tergolong rendah. itulah sebabnya ia mendirikan klinik ini sebagai wadah pencerdasan bagi petani kopi Gayo.

“Kalau ingin membuat perubahan, harus mampu membuat terobosan. Jangan menunggu uluran tangan orang, kalau hanya berharap bantuan, sampai kapanpun kita tidak bakalan maju,tutur Zaini.

Sebenarnya beberapa tahun yang lalu, melalui lembaga P4S, Zaini juag sudah membuat tempat pembelajaran bagi petani kopi di daerah Atu Lintang. Namun karena lokasinya jauh dari kota, Zaini memilih untuk mendirikan klinik petani yang mudah diakses dari semua penjuru.

Selain tersedia saung-saung dengan konstruksi berbahan batang-batang kopi tua yang mampu menampung puluhan orang sekaligus, Zaini juga sudah mempersiapkan kebun percontohan sebagai tempat praktek. Bahkan ia juga mendirikan Kafe Belang Gele yang menyediakan berbagai menu khas Gayo. Tentu saja, kopi spesialty Gayo. Bagi yang ingin belajar dari luar daerah, lokasi klinik ini juga mudah dijangkau. Hanya perlu waktu sekitar 10 menit dari pusat Kota Takengon.

Jadi jika Kemeterian Kehutanan dan Lingkungan Hidup mencetuskan Gayo sebagai pusat riset dan pembelajaran kopi pada akhir tahun 2019, Zaini justru sudah mendahuluinya dengan mendirikan klinik kopi Gayo ini. Zaini bisa dibilang seorang pelopor dan agens of chage. Meski pendidikan formalnya hanya setingkat SMA, namun pengalaman dan skillnya benar-benar luar biasa. Dengan kiprahnya sangat luar biasa, sosok Zaini tidak pernak ‘berteriak’ di media, sepertinya ia lebih mengedepankan karya ketimbang kata. 

Dalam perjalannnya ternyata kurang dari setahun, Klinik Kopi milik Zaini telah dilirik berbagai kalangan. Bukan hanya di Aceh, tapi di luar Aceh rela berdatangan untuk belajar cara budidaya kopi yang baik. Baca lengkapnya di Halaman berikutnya..

Reporter : Fathan MT
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018