Sunday, 11 April 2021


Menyulap Rumah jadi Hotel nan Asri ala Zakiah Ambadar  

11 Mar 2021, 14:10 WIBEditor : Yulianto

Jackie dengan tanaman hidroponiknya | Sumber Foto:Echa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Healthy Living Healthier life, Be Healthy Be Happy. Begitulah pesan Zakiah Ambadar untuk mempromosikan gaya hidup sehat disetiap channel youtubenya: Healthy Living Bersama Zakiah Ambadar.

Menghabiskan waktu lebih dari 30 tahun sebagai pengusaha dan trainer di bidang kewirausahaan (enterpreneurship), Jackie begitu biasanya dipanggil rekan-rekannya, mengisi waktunya dengan menulis buku dan memberikan pelatihan berkebun dengan sistem hidroponik dan microgreens

“Sejak dahulu, saya memang suka berkebun. Seperti menanam pohon buah-buahan, tanaman hias, jamur, dan terakhir sayuran sehat hidroponik dan microgreens (sayur super mini super sehat),” katanya. Sejak itu Jackie akhinya menyulap rumahnya menjadi penginapan bernama The Garden’. Hal ini karena memang rumah ini memiliki halaman yang hijau, asri, banyak tanaman.

Sebagai Owner The Garden Syariah Hotel, Jackie nampak masih cantik dan awet muda diusianya yang akan menginjak 70 tahun ini.  Dengan hobinya berkebun, Jackie membuat setiap sudut rumahnya terlihat nyaman dan seperti berada di rumah sendiri, sehingga tak tampak seperti hotel.

Di bagian atap disulapnya menjadi kebun hidroponik yang ditumbuhi bermacam Jenis sayuran mulai dari sawi, kangkung, bayam, letuce, tomat semua ditanam secara organik. Menurut Jackie penginapannya selalu ramai dikunjungi para tamu. Awalnya dari mulut ke mulut ada tamu, bahkan ada  yang datang dari Balikpapan dan Pontianak. “Banyak yang menginap sambil belajar hidroponik disini,” katanya.

Sejak 30 tahun Jackie memang memanfaatkan waktu senggangnya dengan menghabiskan di kebun. “Saya paling senang bertanam. Dulu sih tanaman hias, tanaman rumah, tanaman buah. Di tempat saya ini dulu ada pohon rambutan, ada pohon mangga, macam macam pohon yang ditanami disini, tanaman bunga-bungaan juga ada. Bahkan sejak saya masih kuliah di UI (Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Indonesia) dan tinggal di Asrama Putri, balkon asrama pun saya tanami,” ungkap Jackie mengingat kembali kenangannya semasa kuliah.

Temani Orangtua

Jackie bercerita,  sebelum pindah ke Ciawi tahun 2011 bersama ibunya yang waktu itu berusia 86 tahun dengan 13 orang anaknya yang terpencar di beberapa negara, dirinya tinggal di Jakarta. Sebagai anak perempuan tertua, ia terpanggil untuk menemani ibunya yang tinggal sendiri di rumah sebesar ini  dengan 15 kamar.

Karena rumahnya terlalu besar untuk tinggal berdua, dirinya ijin ke ibunya menjadikan rumah tersebut ni sebagai tempat penginapan. “Ibu saya setuju kami ambil 3 kamar untuk kami tempati, sisanya digunakan sebagai penginapan para tamu yang datang, ujar wanita yang juga memiliki hobi menulis. Bukunya berjudul: “Siapa Takut Jadi Pengusaha” dan “10 Seri Wirausaha Praktis”.

Jackie mengingat awal mula menanam hidroponik bermula bertemu dengan seorang teman yang sudah terjun dahulu di dunia hidroponik. Temannya tersebut memiliki penyakit serius dan akhirnya sembuh dengan mengonsumsi sayuran hidroponik.

Berkaca dari pengalaman teman itu yang sehat dengan mengonsumsi sayuran hidroponik organik, Jackie kemudian melakukan hal yang sama. Mulailah saya menanam hidroponik di atap rumah, semua sayuran yang saya sajikan untuk Ibunya. Tapi karena Ibu saya jatuh dan dirawat selama 40 hari di ICU, akhirnya beliau meninggal di usia 94 tahun,” kenangnya mengingat kepergian sang ibu yang teramat dekat dengannya.

Jackie menambahkan, dirinya hingga kini tetap berkebun untuk keluarga agar bisa mengonsumsi sayur sehat untuk menunjukan bahwa bertanam sayur tidak perlu lahan luas. Dari lahan kecil dapat memperoleh makanan yang sehat dan dapat dikonsumsi sehari-hari. “Saat ini saya sedang kumpulkan beraneka ragam jus sehat yang akan tayang di chanel YouTube milik saya,” katanya.

Jackie saat ini juga mengembangkan nursery tanaman hias dan pelatihan. “Alhamdulillah rumah kenangan ini menjadi sangat produktif, karena lokasinya sangat strategis,” tambahnya. Bahkan ia yakin apa yang kita lakukan akan balik lagi ke kita. Karena itu tujuan memberikan pelatihan adalah agar menjadi manfaat untuk orang sekitar.  

Saat ini Jackie mempunyai binaan yang memiliki kebun di Pasir Muncang dengan kapasitas sayur hidroponik sebanyak 4  ribu kg/bulan. Saya diminta sebagai konsultan. Saya bantu pemasaran juga dengan komunitas saya saja, beberapa diantaranya bahkan menjadi reseller. Mereka supply, baik ke konsumen langsung juga ke supermarket dan online juga. Alhamdulillaah saya senang melakukan itu, semoga membuat hidup saya menjadi lebih bermakna,” tuturnya.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018