Friday, 07 May 2021


Demi Kaktus, Aldy Ridwan Tinggalkan Dunia Migas

27 Apr 2021, 06:20 WIBEditor : Yulianto

Aldy Ridwan tinggalkan pekerjaan di migas menjadi petani kaktus | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Dunia pertanian kini tak hanya digeluti kaum tua. Banyak generasi milenial terjun dan sukses menekuni dunia yang selama ini dikesankan bau lumpur.

Bahkan ada yang rela meninggalkan pekerjaan dengan penghasilan menggiurkan. Salah satunya Aldy Ridwan yang meninggalkan kariernya sebagai spesialis di salah satu perusahaan gas alam ternama, .

Ia lalu menjatuhkan pilihannya menjadi petani, karena melihat peluang bisnis yang menjanjikan di dunia pertanian, khusunya bertani komoditas hortikultura. Lelaki berkulit putih berjenggot tebal itu, memulai usahanya dengan bertani kaktus di tempat kelahirannya Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Pilihan hidup Aldy memang patut diacungkan dua jempol. Meski usianya yang terbilang muda, ia sudah berpenghasilan ratusan juta rupiah perbulan. Kaktus asal lembang ini merupakan jenis tanaman kaktus dalam klasifikasi mahal.

   

Aldy mengaku sangat tertarik menggeluti tanaman kaktus. Sebab harga jual di pasar ekspor terbilang mahal, sehingga bisnis ini pun dianggap sangat menjanjikan. Apalagi permintaan luar negeri hampir setiap bulan ada.

Bahkan ia tak menampik ada tanamannya yang tembus hingga puluhan juta rupiah per pohon. “Kami punya koleksi kaktus. Koleksi saya ini cukup langka dan unik, sehingga harganya mencapai puluhan juta rupiah, namun kalau yang di ekspor ke beberapa negara itu harganya dikisaran 5 – 10 dollar AS,” tuturnya.

Aldy mengungkapkan dirinya mengawali kariernya sebagai eksportir kaktus sejak 2015 dengan tujuan ke beberapa negara di dunia. "Ya, Alhamdulillah, kaktus ini sudah kita ekspor ke Australia, AS, Kanada, Filipina, Thailand, Singapore, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Afrika Selatan dan Inggris,” katanya.

Bahkan dalam waktu dekat (30/4), Aldy siap mengekspor ke Rusia sebanyak 1.836 pcs senilai 7.324 dollar AS atau Rp 102,5 juta. Kemudian pada Mei juga bersiap mengekspor ke Australia sebanyak 1.300 pcs.

Omset yang dihasilkan dari penjualan kaktus memang tak menentu. Tapi karena konsumennya merupakan penghobi tanaman yang sudah berbentuk komunitas atau paguyuban, penjualan kaktus ini tetap bagus.

Namun Aldy tak menyangkal di era pandemi Covid-19 ini memang penjualan offline menurun, namun penjualan secara online justru meningkat hingga 500 persen.

Aldy juga mengungkapkan bahwa perawatan kaktus  cukup gampang, sebab tanaman ini terbilang gampang tumbuh. “Kaktus ini termasuk tumbuhan yang gampang perawatannya, paling disiram seminggu sekali. Air yang dibutuhin juga nggak banyak-banyak, terus proses packaging produknya juga tidak sulit," tuturnya.

CEO CV. Istana Bunga Kaktus itu juga merasa senang bisa merangkul petani milenial di lingkungan sekitar, mengajarinya bertanam, perawatan, hingga mekanisme ekspor. Kini beberapa anak muda yang pernah belajar dengan Aldy itu usahanya sudah mandiri dan bisa ekspor. Bagi Aldy, kesuksesan petani milenial di wilayahnya untuk merambah pasar ekspor adalah impiannya sejak dulu.

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto mengapresiasi anak muda yang saat ini tengah fokus mengembangkan agribisnis. Prihasto juga melihat bahwa banyak sekali petani milenial yang akhirnya memilih bertani daripada menjadi karyawan.

“Anak milenial itu kan tidak suka diarahkan, atau mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja. Jadi mereka itu ingin bebas berkarya, mengerjakan apa yang disukai. Apalagi jika menguasai teknologi, sehingga dunia pemasaran digital sudah mainan merekalah, makanya ekspor komoditas pertanian itu kan hampir dikuasai anak-anak muda,” tuturnya.

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang itu juga menyampaikan kekagumannya, kepada seorang pemuda yang kini sukses menjadi eksportir tanaman hias di Lembang-Bandung Barat. “Namanya Kang Aldy Ridwan. Ia ini masih muda, tapi sudah berpenghasilan ratusan juta sebulan, saya kagum dengan anak-anak muda seperti ini. Makanya saya yakin, pertanian ini akan sukses di tangan petani milenial,” ungkapnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018