Thursday, 23 September 2021


Kaharuddin, Hobi Kaktus Untungnya Maknyus

14 Sep 2021, 10:33 WIBEditor : Yulianto

Kaharuddin bersama rumah kaktusnya | Sumber Foto:Ibnu Abas

TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan---Siapa sangka bermula dari sekadar melihat, kemudian menjadi hobi, akhirnya menjadi bisnis yang menguntungkan. Itulah yang kini dilakoni Kaharuddin (37), warga Desa Sei Manurung Kecamatan Sebatik, Nunukan Kalimantan Utara yang sukses menekuni hobi tanaman hias kaktus.

Awalnya tahun 2019, Kaharuddin berkunjung ke rumah Andi Yusran dan melihat tanaman kaktus. Melihta tanaman tersebut ia biasa saja, tapi setelah mengamati ternyata dirinya merasakan keasikan.

Setelah itu, pria lulusan Fakultas Hukum Unhas Makassar tahun 2007 ini diberi bibit kaktus jenis hijauan. Bagi pemula, kaktus jenis ini mudah dikembangkan dan  lebih bervariasi jenisnya serta lebih menarik. “Apalagi kaktus itu hidupnya lebih tahan, awet dan tidak perlu disiram setiap hari seperti tanaman lainnya,” kata Kaharuddin.

PNS penyuluh keluarga berencana (KB) ini mengakui, sekarang sudah mengoleksi lebih dari 50 jenis kaktus. Saat ini yang paling bagus bentuknya dan merupakan kelas premium adalah Gymnocalycium mihanovichii.

“Sekarang masih disemai, dan sudah mulai sebesar kelereng yakni kaktus. Kaktus tersebut merupakan kelas premium yang memiliki banyak warna,” katanya. Untuk kaktus yang biasa ada golden barel, cereus,  astrophytum atau nama pasarannya kaktus ekor tupai dan kaktus tomat.

Saat ini Kaharuddin lebih fokus membudidayakan moon kaktus (kaktus bulan). Pasalnya, kaktus tersebut lebih banyak penggemarnya, karena berwarna warni. Kaktus bulan ada lima warna merah, kuning, merah muda, oranye. Ada juga yang perpaduan kuning dan merah muda.

“Itu semua saya perbanyak. Perbanyakannnya bisa melalui tunas, tapi lebih banyak saya mengunakan grafting sambung dengan batang buah naga,” katanya.

Batang Buah Naga

Kaharuddin memanfaatkan batang buah naga untuk grafting, bagian bawah batang buah naga bagian atasnya kaktus. Menurutnya, kelebihan menggunakan batang buah naga pertumbuhannya lebih cepat. Sebab, kaktus mengambil makanan (unsur hara) dari batang buah naga. “Berbeda halnya menanam kaktus dengan akar (ownroot) hidup pertumbuhannya lebih lambat,” katanya.

Gafting seperti ini menurut Kaharuddin, cocok untuk pemula jika ingin memperbanyak jenis kaktus. Manfaatnya lebih cepat besar dan banyak tunas, tunas ini bisa ditanam kembali untuk perbanyakan.

Lahan kaktus budidaya milik Kaharuddin berada di samping rumah, dengan ukuran 4 x 8 meter tertata dengan rapi. Setiap ada tamu, rekan atau keluarga yang datang, Kaharuddin mengatakan, kaktus itu selalu menjadi perhatian.

“Bahkan banyak teman yang datang dan bertanya apa kaktusnya mau dijual. Awalnya saya berpikir tidak mau menjual karena jumlahnya masih sedikit, pas sudah diperbanyak, baru muncul ide untuk menjualnya,” imbuhnya.

Saat ini ungkap Kaharuddin ada yang datang dari Nunukan, Tarakan, bahkan ada teman dari Malaysia yang berminat membeli kaktus koleksinya. Kaktus yang ia jual paling murah Rp 50.000 untuk jenis kaktus bulan, sedangkan yang termahal jenis Gymno mihanovichii itu sekitar Rp 2,5 juta.

Kaktus Gymno mihanovichii itu memang menarik. Kelebihannya karena memiliki perpaduan banyak warna dan bisa tumbuh besar. Perbanyakannya pun bisa melalui perkawinan silang, sehingga didapatkan lagi varian, warna, dan bentuk yang baru.

Kendala dalam perbanyakan kaktus ini kata Kaharuddin, ada pada medianya. Sebab, kaktus ini tidak sembarang media seperti bunga lain yang hanya perlu tanah, kompos sudah jadi. “Kaktus ini memang harus ada media khusus ini seperti batu pumis atau batu apung kecil, ini harus dipesan dari luar daerah,” ujarnya.

Kaharuddin meyakini prospek kaktus cukup bagus, karena hobi kaktus ini seperti virus yang bisa menular. “Contohnya seperti saya yang awalnya tidak ada ketertarikan terhadap kaktus. Setelah melihat dan mempelajari bentuk dan warnanya, saya menjadi tertarik, begitupula dengan rekan-rekan yang datang berkunjung untuk membeli akhirnya jadi punya koleksi,” tuturnya.

Reporter : Ibnu Abas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018