Wednesday, 21 October 2026


Kastam, Melukis Tanaman Kerdil

26 Jul 2021, 10:33 WIBEditor : Yulianto

Kastam beralih dari tanam apel jadi petani bonsai

TABLOIDSINARTANI.COM, Kota Batu---Bonsai merupakan salah satu seni pemangkasan tumbuhan atau pohon. Pemangkasan atau penghambatan pertumbuhan bertujuan untuk membiasakan tanaman tersebut tumbuh dalam keadaan kerdil. Biasanya akan terlihat dengan sebuah miniatur pohon yang ditanam di dalam pot atau kontainer. 

Pohon yang dibonsai umumnya berupa tanaman berkayu atau buah-buahan dan kadang pohon bunga. Bonsai yang baik dapat diletakkan di luar pekarangan sepanjang tahun. 

Efek artistik dari bonsai dapat dilihat dari keseimbangan dalam ukuran batang, daun, ranting bunga atau buah. Media yang digunakan berupa pot haruslah mendukung suasana pohon yang ditanam. Keunikan dari bonsai adalah tanaman tumbuh dan menjadi tua, namun tidak berkembang menjadi tinggi.

Pembuatan dan perawatan bonsai memang membutuhkan waktu yang lama. Namun memberikan imbalan yang cukup sepadan. Bahkanpopularitas tanaman bonsai di Tanah Air nampaknya tidak pernah redup.

Hal ini membuat tanaman bonsai menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan, semakin unik bentuknya, semakin tinggi juga harga jualnya. Adalah Kastam yang awalnya meneruskan usaha orang tua menjadi petani bunga potong, sayuran, dan terakhir menanam apel di kebun, kini beralih menjadi petani bonsai.

“Saat itu kami berfikir hasil panen pasti kalah dengan tengkulak, lantas kami mempunyai pemikiran membuat produk apa supaya bisa membuat harga sendiri yang belum ada di pasaran agar tengkulak mengikuti keinginan kita. Akhirnya kami mengeluti tanaman bonsai ini,” katanya.

Kastam mengembangkan bonsai sejak tahun 1980. Awalnya diakui tidak ada rasa senang karena tidak mempunyai jiwa seni hanya dengan ketekunan dan ketelatenan. Saat itu dirinya menanam bahan bonsai berupa bibit yang masih kecil dari jenis cemara duri dan cemara buaya.

BACA JUGA:

- Memilih-Media-Tanam-Bonsai

- Trik-Membentuk-Tanaman-jadi-Bonsai

Membuat Bonsai

Kastam mengungkapkan, jenis bonsai berasal dari bagian tanaman yang dikembangbiakan dengan metode setek, cangkok, okulasi, serta enten. Namun, ia mengingatkan, tidak semua tanaman dapat dijadikan bonsai. “Sebelum melakukan cara membuat bonsai, harus pahami dulu kriteria tanaman yang bisa dijadikan bonsai,” sarannya.

Tanaman yang bisa menjadi bonsai diantaranya, tanaman dikotil dan memiliki usia panjang, seperti bonsai pohon serut. Selain itu memiliki daya tahan yang baik, karena cara membuat bonsai melibatkan penggunaan kawat, pemotongan batang, minim nutrisi dan berada di wadah atau pot yang sempit dalam waktu lama.

Kastam juga memberikan tips untuk memilih tanaman yang tepat untuk bonsai adalah memilih tanaman yang bentuk aslinya indah. Ciri tanaman indah yang ideal dijadikan bonsai adalah memiliki daun yang rindang, bunga yang cantik, atau jenis batang yang menarik.

Untuk idenya, Kastam mengaku saat sedang ke hutan melihat pohon besar dan terlihat bagus, dirinya berfikir bagaimana pohon besar dikecilkan, lalu dipindahkan dalam media untuk bonsai. “Hanya itu sebenarnya. Kriteria bahan tanaman bonsai itu pohon yang batangnya keras dan daunnya kecil, bahan awalnya tadinya tumbuh di alam lantas dengan pemburu bonsai digali,” tuturnya.

Untuk budidaya, ia mengatakan, kadang mengikuti selera. Awalnya Kastam membudidayakan sendiri soalnya khawatir merusak alam dan akan habis. “Proses imajinasi pembuatan yang paling bagus itu harus bisa mengikuti alur pohon. Jadi kalau kita dapat bahan, bagaimana membuat dan mengikuti yang ada di alam. Tapi kalau kita paksakan bisa rusak dan tidak masuk akal bentuknya,” tuturnya.

Beberapa jenis tanaman bonsai yang favorit adalah cemara duri. Namun saat ini yang lagi tren untuk kontes biasanya jenis sancang, anting putri, ficus, santigi. “Kalau jenis santigi di daerah yang dingin tumbuhnya lambat, beda dengan daerah yang panas akan lebih cepat. Sedangkan jenis santigi gunung kalau dibawa ke daerah panas tidak bisa,” kata Kastam.

Kastam memprediksi dalam 5-10 tahun kedepan pengembangan bonsai masih optimis akan prospeknya mungkin lebih lama. Apalagi kini muncul kolektor baru yang sudah mendalami tanaman bonsai. Bahkan sudah berani membeli secara online.

“Orang Belanda sering datang sendiri membeli, serta mengurus sendiri perijinannya. Harganya kisaran mulai dari Rp 100 ribu sampai 1 juta  untuk keperluan souvenir. Ada juga yang menengah antara Rp 1 juta sampai 10 juta. Paling tinggi sampai Rp 10 juta ke atas, pernah harga paling tinggi penjual 35 juta jenis cemara,” ujar Kastam.

 

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018