Wednesday, 21 October 2026


Memilih Media Tanam Bonsai

26 Jul 2021, 10:42 WIBEditor : Yulianto

Kastam di lahan Bonsainya

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Keterbatasan ukuran wadah tanam membuat bonsai memiliki persediaan nutrisi yang terbatas juga. Karena itu media tanam memiliki peran yang sangat penting untuk kelangsungan hidup bonsai.

Kastam, salah seorang petani Bonsai di Kota Batu mengatakan, penggunaan pasir dapat mencegah air menggenangi akar terlalu lama. Selain itu, supaya bonsai tumbuh semakin subur, jangan lupa untuk menggunakan pupuk yang kaya manfaat.

“Penggunaan pupuk kompos mengandung unsur hara yang membuat bonsai berkembang sesuai tanaman aslinya. Sedangkan pupuk kandang berguna untuk memberikan nutrisi tambahan,” katanya kepada tabloidsinartani.com.

Kastam membuat media tanam sendiri dengan pasir Malang dicampur humus hutan dan pupuk kandang kambing, serta arang bakar dicampur dolomit. “Media ini bisa bertahan sampai 5 tahun kemudian dibongkar atau direkondisi kembali,” katanya.

BACA JUGA:

- Kastam-Melukis-Tanaman-Kerdil

- Memilih Media-Tanam-Bonsai

Untuk perawatan, menurut Kastam, sama dengan tanamannya lainnya. Tapi dirinya tidak pernah menggunakan pupuk kimia, semua organik. “Saya belajar dari tanaman apel yang sekarang tidak bisa tumbuh dan rusak, karena menggunakan pupuk kimia,” ujarnya.

Saat menanam batang tanaman yang akan dijadikan bonsai pada pot, Kastam mengingatkan, media tanam harus subur dan gembur. Lapisan keduanya harus bersifat lunak dan mampu menyalurkan air dengan baik. Sedangkan lapisan ketiga biasanya dicampur bebatuan yang kedap air.

“Pada awal penanaman bonsai sebaiknya diletakan di tempat yang teduh, tidak terkena banyak angin, dan jauh dari jangkauan anak atau hewan peliharaan,” ujarnya. 

Membuat bonsai memang tidak mudah, membutuhkan kesabaran yang ekstra. Bisa dimulai membentuknya saat batang bonsai sudah kuat dan mulai bertumbuh.

Ketua Perhimpunan Pengemar Bonsai (PPBI) Kota Batu mengatakan, langkah pertama membuat bonsai adalah bentuk kerangka dasar atau bayangan bentuknya terlebih dulu. Setelah itu gunakan bantuan kawat, tali raffia, gunting dahan, pisau, dan tang.

Selanjutnya, memotong bagian ranting yang tidak diinginkan, lalu mengikat ranting lainnya dengan kawat dan arahkan sesuai keinginan. “Konsepnya hampir mirip dengan menggiring tanaman merambat yang menggunakan tiang-tiang. Pemakaian kawat juga sangat membantu untuk menjaga ukuran batang tetap kerdil,” tuturnya.

Kastam mengatakan, usia pohon tidak terlalu berpengaruh, yang penting bentuknya mengalir. Jika pohon itu kelihatan muda, maka kita harus bisa memikirkan supaya kelihatan alami, harus terkonsep tua. Soalnya tanaman bonsai itu identik dengan tanaman yang sudah berumur lama.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018