
Jajang C Noer saat membacakan puisi
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Singkong kini semakin digemari berbagai kalangan termasuk public figure. Tidak perlu ragu lagi mengkonsumsi umbi-umbian kaya manfaat ini. Salah satunya adalah Jajang C. Noer, seorang aktris, sutradara, yang telah membintangi puluhan judul film dan menyabet berbagai penghargaan perfilman ini.
Kandungan gizi singkong seperti karbohidrat, protein, vitamin C, serat, air, zat besi, fosfor dan kalsium, dengan indeks glikemik rendah, menjadikan singkong layak sebagai pangan pokok pengganti beras. Apalagi singkong sangat mudah ditemui, harga terjangkau, dan telah dikonsumsi sejak zaman nenek moyang. Sayangnya masih ada sebagian orang yang “malu” makan singkong, karena terpengaruh stigma singkong makanan “kelas bawah".

Berkat sosialisasi yang masif dan perkembangan olahan singkong yang semakin bervariasi dan kekinian, pamor singkong kini terangkat, tidak kalah dengan beras.
Salah satu public figur yang gemar mengkonsumsi singkong adalah Jajang C. Noer, seorang aktris, sutradara, yang telah membintangi puluhan judul film dan menyabet berbagai penghargaan perfilman ini. Istri sutradara ternama almarhum Arifin C. Noer ini menyukai singkong sebab rasanya yang khas.
“Di meja makan selalu ada singkong goreng dan rebus, pasti saya makan. Semasa hidup, mas Arifin sebagai orang Cirebon, juga sangat suka makan singkong sejak kecil dan saya pun ikut. Singkong sangat bermanfaat, saya selalu ingin segar bugar, sehat, dan cantik,” kata Putri Nazir Datuk Pamontjak, Duta Besar Pertama Indonesia untuk Perancis era tahun 1950-an.
Mengekspresikan kegemarannya makan singkong, wanita bernama asli Lidia Djunita Pamontjak ini membacakan sebuah puisi karya Memed Gunawan tentang singkong pada Focus Group Discussion (FGD) virtual bertema “Nutrisi, Konsumsi, dan Potensi Singkong sebagai Makanan Pokok” pada Rabu (18/8) yang diselenggarakan oleh Sinar Tani.
Balada Sepiring Singkong
Singkong itu gambaran nasib petani
Predikat kelas rendah, makanan kelas bawah
Walau bikin sehat, bugar, pintar dan cantik
Nasib singkong melekat pada wong cilik
Kita sudah salah kaprah sebenarnya
Rasa atau selerakah yang mencampakkan nasib nya ?
Tanaman singkong kaya manfaat, tumbuh di timur negeri sampai di ujung barat
Karena ada, mudah dan melimpah
Singkong harganya murah dan dipandang rendah
Singkong, mari tak perlu lagi sembunyi
Tak perlu malu di cap umbi tak berarti
Singkong telah diburu dan dicari
Sumber karbohidrat kualitas tinggi
Pangan pokok pengganti nasi
Bahan baku industri dan energi
Makanan ternak sampai santapan enak
Di piring porselain, kilap meja makan kayu mahoni
Dua potong singkong adalah sajian terindah siang ini
Merekah umbi putih gembur dan wangi
Santapan hari hari kaya gizi
Menu pangan kualitas tinggi
Menebar gambaran jejak kerja keras
Harkat singkong telah naik kelas
Siapa bilang singkong tak layak jadi makanan enak ?