Monday, 06 December 2021


Agus Sattu, Menyulap Kebun Mette jadi Kolam Lele

09 Nov 2021, 06:55 WIBEditor : Yulianto

Agus Sattu saat memberikan pakan ikan lele | Sumber Foto:Suriady

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap ---Usaha budidaya lele, selain mudah juga permintaannya cukup banyak. Faktor itulah yang kemudian mendorong Agus Sattu menyulap kebun jambu mete yang sudah tak lagi produktif menjadi kolam ikan. Pensiun dari usaha bengkel, ia kini menuai hasil diusai senjanya.

Dari sisi usai Agus Sattu memang sudah tak muda lagi, 60 tahun. Namun semangatnya tak kalah dengan generasi muda. Kebun jambu mete yang sudah tidak produktif di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kab Sidrap, kini terbentang 12 kolam berisi ribuan ekor ikan lele dengan jenis Sangkuriang

Agus Sattu yang akrab disapa Sattu mulai menggeluti usaha budidaya ikan lele sejak tahun 2019 yang awalnya hanya memiliki 3 kolam saja dengan jumlah ikan lele 5.000 ekor. Ikan lele peliharaan Sattu diberi pakan berupa semacam pelet dan dan daging ayam ras atau petelur.

Sesuai pantauan  Koresponden tabloidsinartani.com saat Sattu memberikan pakan ikan lele miliknya ratusan ikan lele berkerumun dan naik ke permukaan, berebut mencari makan yang ditaburkan . Gerakan lele-lele itu menimbulkan riak-riak air di dalam tong.

Usaha budidaya lele yang digeluti pria yang lanjut usia dan ramah ini memang terbileng belum lama. Semasa muda Sattu pernah menjadi tukang  bengkel sejak 1985 hingga 2018 atau (40 tahun). 

"Sejak tahun 1985 saya menggeluti usaha bengkel tepatnya di  Pangkajene selama 40 tahun dan saya berhenti dari usaha bengkel karena kondisi fisik sudah menurun dan tidak bisa duduk terlalu lama sehingga di tahun 2018 saya memilih istirahat jadi tukang bengkel," jelas Sattu.

Setelah istirahat dari pekerjaannya sebagai usaha bengkel Sattu mengisi waktu luangnya untuk melihat usaha budidaya ikan lele milik Amir yang terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya di Bolalele, Kecamatan Wattang Pulu.

"Untuk mengisi waktu luang,  saya sering berkunjung ke tempat Amir salah satu pembudidaya  ikan  lele. Dari situlah saya tertarik untuk membudidayakan ikan lele karena keuntungannya sangat baik dan pasarannya jelas," ungkap Sattu.

Awal mulanya Sattu hanya memiliki 3 kolam dengan sistem pemeliharaan menggunakan kolam tanah dengan jumlah hanya 5000 ekor. "Awalnya saya hanya miliki 3 kolam dengan jumlah ikan lele 5.000 ekor, bibitnya saya beli di Musafir Yahya dengan harga Rp 300/ekor.

"Alhamdulillah awal usaha budidaya ikan lele kami menghasilkan 1 ton dengan harga Rp 15.000/kg. Panen berikutnya budidaya ikan lele Sattu dalam perbulannya mencapai Rp 7 juta," katanya.

Biasanya kata Sattu, saat panen para pedagang membeli langsung ke lokasi kolam milik Agus Sattu baik pedagang dari Toraja maupun berasal dari beberapa daerah di kawasan Ajatappareng.

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018