Wednesday, 17 August 2022


Diana Widiastuti, Berdayakan Masyarakat dengan Sorgum

15 Feb 2022, 11:36 WIBEditor : Yulianto

Diana berdayakan masyarakat dengan mengembangan produk olahan sorgum | Sumber Foto:Dok. Diana

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Potensi sorgum sebagai salah satu komoditi pangan alternatif memang luar biasanya. Bahkan kini banyak penggiat yang memanfaatkan tanaman ini. Salah satunya Diana Widiastuti yang terjun bertani sorgum sejak 7 tahun lalu.

Namun, ada yang berbeda dari pertanian sorgum yang dilakukan DianaPresident  Director PT. Sorgha Sorghum SejahteraAlih-alih mengejar profit, ia lebih memilih bertani sorgum untuk memberdayakan masyarakat dan menyediakan pangan sehat untuk masyarakat di pelosok Indonesia. 

Awalnya mungkin tidak pernah terfikir oleh Diana untuk terjun ke dunia sorgum seperti sekarang. Namun dengan potensi yang begitu besar terutama untuk sumber pangan alternatif bagi masyarakat, Diana yang tidak memiliki latar belakang pertanian memutuskan bertani sorgum sejak 7 tahun lalu.

Keputusannya menanam sorgum berawal ketika dirinya kerap melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di pedalaman Papua. Misalnya, membagikan bahan makanan berupa beras dan sembako. Namun kemudian dirinya mendapat saran dari sang ayah yang memang bergelut dengan pertanian untuk mencoba menanam sorgum dibandingkan membagikan sembako.

“Menurut ayah dengan membagikan beras 10 atau 100 ton pasti akan cepat habis dalam satu bulan. Dengan memberdayakan masyarakat menanam sorgum sebagai bahan pangan, kita bisa membantu masyarakat selamanya,” kenang Diana.

Mendengar hal tersebut, Diana yang tidak memiliki latar belakang pertanian akhirnya memutuskan belajar menanam sorgum secara otodidak, baik melalui media online dan mengimplementasikan langsung di lahan. “Awalnya saya belajar dari google dan langsung implementasi di lapangan,” katanya.

Namun diakui awalnya tak mudah membudidayakan sorgum. Dari berbagai kegagalan dalam menanam sorgum, Diana banyak belajar dan bertanya kepada temannya yang kebetulan mengerti tentang sorgum. Nah, sejak 4 tahun lalu hingga kini Diana masih belajar online di Institute of Sorghum, texas untuk mendalami sorgum.

Pedalaman Papua 

Dengan kegigihannya mempelajari sorgum dan keinginannya membantu masyarakat, saat ini Diana sudah bisa memberdayakan masyarakat di pedalaman Papua untuk menanam sorgum. Bahkan kini masyarakat di Papua bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Di Papua saya memberdayakan masyarakat yang ada di distrik/kampung untuk menanam sorgum. Tujuannya dari pada saya kasih beras. Alhamdulillah sekarang mereka bisa tanam dan bisa makan dari sorgum itu,” ungkapnya.

Bukan hanya Papua, tahun 2016 Diana mulai menanam sorgum di Negara Timur Leste. Di Negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia tersebut, ia juga memberdayakan masyarakat setempat untuk menanam sorgum.

“Saya masuk ke Timur Leste karena saya ada projek di Timur Leste. Karena itu saya tergerak untuk membantu masyarkat agar bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka,” ungkap President  Director PT. Sorgha Sorghum Sejahtera ini.

Menurut Diana, sorgum bisa dibilang merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, baik di daerah yang panas hingga di lahan kritis sekalipun. Sorgum merupakan tanaman yang bisa panen 3-4 kali dalam satu kali masa tanam. Panen pertama sorgum bisa dilakukan pada 3,5 bulan setelah tanam, lalu akan berlanjut pada panen ke 2 hingga ke 4.

Banyak hal positif yang bisa didapat, baik dari sisi pemerintah maupun untuk masyarakat. Dari sisi pemerintah, dengan menanam sorgum akan terlaksana program ketahanan pangan, terpeliharanya lingkungan sekitar. Selain itu,  terjalin hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat hingga meningkatkan suasana aman di masyarakat.

Sedangkan dari sisi masyarakat, menanam sorgum membuat masyarakan bisa bertani di lahan kritis yang selama ini mungkin tidak dilirik. Bahkan menjadi upaya bahan pangan alternatif, selain beras, meningkatkan kesehatan dan intelektual masyarakat, meningkatkan pendapatan hingga dapat meningkatan suasana gotong royong dan kebersamaan.

Diana berharap para penggiat sorgum di tanah air harus lebih tekun dan tidak menyerah dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada. Penggiat sorgum harus bersatu dan bekerjasama, baik dalam pemasaran produk maupun memecahkan berbagai solusi pertanian sorgum yang ada.

“Kita memiliki mitra petani sorgum di beberapa daerah dan membantu memasarkan produk mereka dan juga memberikan masukan dalam hal pemasaran/marketing seperti pembuatan logo hingga packaging,” ujar Diana. 

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018